Amplop berisi uang palsu beredar di pilkada Subulussalam

Ilustrasi uang palsu. (google.com)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam nomor urut 3 atas nama Haji Asmaudin – Hj Asmidar (Hamas) diduga difitnah telah mengedarkan uang palsu yang dimasukkan dalam amplop.

Hal itu diketahui saat timnya menemukan tumpukan amplop berisi uang dan brosur yang mencatut nama pasangan Hamas itu, di pinggir jalan, wilayah Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Aceh.

Calon Wali Kota Subulussalam, Haji Asmaudin mengatakan, beredarnya uang palsu memperburuk dan merugikan pihaknya. “Hal ini sangat merugikan pihak kami, sebab kejadian ini dipastikan bertujuan memperburuk citra kami dalam proses Pilkada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (27/6).

Ads

Setelah berkoordinasi dengan tim pemenangannya, kata dia, pihaknya langsung melaporkan tindakan kecurangan itu ke Panitia pengawas pemilihan (Panwaslih).

“Saya mengklarifikasi, tidak ada mengedarkan uang palsu apa lagi menggunakan kop surat bertuliskan `Sahabat HAMAS` ini jelas fitnah keji, kami harapkan pihak Panwaslih secepatnya mengungkap kasus ini, karena sangat merugikan pihak kami,” katanya.

Ia berharap, pihak Panwaslih Subulussalam segera mengungkap kasus itu yang ingin memperburuk citra demokrasi di wilayah tersebut. Asmaudin yakin aktor intelektualnya adalah salah satu paslon dari lima pasangan kandidat Wali kota Subulussalam yang bertarung.

Dihubungi terpisah, Ketua Panwaslih Kota Subulussalam, Sadia membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari pasangan calon Haji Asmaudin – Hj Asmidar, terkait beredarnya uang palsu.

“Kita telah menerima laporan pengaduan itu, tentang beredarnya uang palsu, namun belum melengkapi persyaratan siapa pelaku pengedar uang palsu, sehingga harus ditelusuri,” pungkasnya.

Menurutnya kepastian bukti beredarnya uang palsu juga masih belum diputuskan. Sebab, syarat pelaporan masih adanya kekurangan melampirkan materai dan bukti. Namun pihaknya tetap akan menelusuri. [Randi]

Ads