Haji Uma bantu pulangkan warga Abdya yang Sakit di Malaysia

Haji Uma mengunjungi rumah orang tua Musliadi di Abdya, Selasa (8/1). (Kanal Aceh/Jimi Pratama)

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman alias Haji Uma mendatangi rumah orang tua Musliadi di desa Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Selasa (8/1) siang.

Kedatangan senator Aceh itu untuk memastikan bantuan kepada istri Musliadi yang sedang berbaring sakit di Negeri Jiran Malaysia.

Musliadi merupakan salah satu warga Kabupaten Abdya yang mencari kerja di Malaysia. Dirinya sudah 10 tahun bekerja di sana dan sudah berkeluarga dengan satu anak.

Ads

Kedatangan haji Uma sangat mengejutkan keluarga Musliadi termasuk warga setempat. Sebab Senator Aceh itu tidak memberitahu sebelumnya.”Saya datang ingin melihat langsung kondisi keluarga Musliadi.” tuturnya kepada kanalaceh.com.

Awalnya Haji Uma mendapat kabar bahwa ada warga Abdya yang keluarganya sakit sudah sebulan lebih di Malyasia, tanpa pengobatan karena terkendala biaya.

Informasi itu diterima dari orang dekatnya di Malyasia, mereka menghubungi Haji Uma untuk membantu biaya pengobatan dan biaya kepulangan ke Indonesia.”Ternyata mereka sekeluarga ingin pulang ke Indonesia, namun terkendala biaya,” ucapnya.

Haji uma mengatakan untuk biaya pulang akan ia tangani, namun ada sedikit kendala di karnakan istri bersangkutan tidak mempunyai KTP Aceh.

“Biaya pemulangan RM 1850, uang yang terkumpul dari warga Aceh di Malaysia sekitar RM 350 biaya yang tidak cukup akan kita ditanggung. Tapi pengobatannya bagaimana harus ditangani karena yang bersangkutan tidak memiliki KTP Aceh,”

“Untuk pengobatan sedang kita urus, bagaimanapun harus bisa berobat di Aceh. Untuk itu sudah kita berkomunikasi dengan pihak rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh,” tambahnya.

Sementara itu ayah Musliadi Samsul Bahri didampingi istri Ruslina mengatakan bahwa ia di minta kirim uang Rp 10 juta oleh Musliadi, untuk memulangkan istrinya. “Kami mana sanggup uang sebanyak itu,” Kata samsul

Haji Uma juga sudah menghubungi Musliadi. Saat itu musliadi mengaku tidak ada biaya lagi untuk berobat dan biaya pulang. ibu musliadi tidak mampu menahan sedih melihat anaknya dan menantunya sakit di rantau orang. Namun ia mencoba untuk menenangkan kegelisahan terhadap biaya kepulangan istrinya. [Jimi Pratama]

Ads