Teknologi people counting camera diterapkan di Bus Trans Koetaradja

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) angkutan massal Transkutaraja, Robby bersama pihak Hikvision sedang mencoba memantau pemasangan CCTV di sejumlah bus Transkutaraja Banda Aceh. (Kanal Aceh/Fahzian Aldevan)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tingkatkan keamanan dan kenyamanan, Pemerintah Aceh mulai melakukan pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) disejumlah titik bus Transkutaraja.

Selain CCTV, pemasangan dengan melibatkan pihak Hikvision juga ikut  label penomoran bus, tujuannya agar masyarakat lebih memudahkan dalam mengingatnya.

“Kita tidak mampu mengembangkan itu, hanya pihak Hikvision yang mampu, termasuk pembuatan aplikasinya,” kata kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi usai acara peresmian serah terima hasil kerja sama pemerintah Aceh dengan Hikvision, bidang teknologi informasi dan kamera keamanan bus Transkutaraja di Banda Aceh, Kamis (10/1).

Ads

Menurut Junaidi, Transkutaraja saat ini merupakan ikon Dishub Aceh untuk melayani dan mendekatkan dengan  masyarakat.

“Baik prasarana, regulasi. termasuk fasilitas pendukung yang dibutuhkan dan diminta oleh pelanggan,” sebutnya.

Maka salah satu pelayanan yang perlu dilakukan salah satunya dalam bentuk teknologi digital. “Meski Keterbatasan anggaran,  menyebabkan kita menunggu terlalu lama untuk melayani keinginan masyarakat,” tuturnya.

Junaidi mengait pihak Hikvision agar memberikan ilmu baru kepada masyarakat Aceh.

Junaidi menilai saat ini bus Transkutaraja masih banyak sekali kekurangan dan ketinggalan oleh sebab itu peran dan fungsi pihak Hikvision mesti mampu memperbaiki kekurangan itu semua.

Sementara itu Branch Manager Hikvision Sumatera Area, Ocha Sandi Wijaya mengatakan tujuan Pemerintah Aceh melalui dinas perhubungan Aceh melakukan perkembangan bus Transkutaraja melalui teknologi digital.

“Sudah seharusnya angkutan umum ini diawasi dengan digital, itu untuk memanjakan penumpang dan keamanan,” kata Ocha.

Dikatakan Ocha, pihaknya sudah melakukan penambahan digital seperti CCTV. Selain itu adanya kamera otomatis penghitungan jumlah pengunjung, dan kamera pengawas yang bisa langsung terhubung dengan dinas terkait.

“Juga pemantauan supir akan terdeteksi langsung, jika supirnya mengantuk, merokok, main handphone atau tidak fokus, maka langsung diperingatkan,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) angkutan massal Transkutaraja, Robby menyebutkan jumlah bus Transkutaraja yang tersedia sebanyak 40 bus dengan lima koridor.

Selain itu jumlah halte sebanyak 131 dengan 90 halte permanen dan 41 halte portabel. Ia menargetkan 23 bus direncanakan akan di pasang perlengkapan CCTV hingga agustus 2019 nanti.

“Sebab kita bukan hanya sekedar memasangnya tapi juga kualitasnya, kualitas internet sangat tergantung kualitas cctv juga,” pungkasnya. [Fahzian Aldevan]

Ads