3 upaya Facebook bendung hoax jelang pemilu

Mark Elliot Zuckerberg, pendiri Facebook. (dw.com)

(KANALACEH.COM) – Facebook melakukan sejumlah upaya dalam menjaga media sosial tetap kondusif selama perhelatan pemilu. 

Pertama, dimulai dari menghapus akun palsu. Facebook menyebutkan sepanjang 2018, ada 753,7 juta akun palsu secara global yang kini telah dihapus.

Director, Global Politic & Government Outreach Facebook, Katie Harbath, saat Press Circle: Election Integrity ‘Pemuda Memilih’ mengatakan bahwa 98 persen akun sudah dihapus oleh pihaknya sebelum ada pelaporan dari pengguna. 

Ads

Harbath juga menyebutkan tiga upaya Facebook untuk membuat pemilu jauh dari berita dan akun palsu. 

1Artificial Intelligence
Facebook menggunakan sistem AI untuk mempelajari akun palsu di platformnya. Teknologi itu dapat mengenali perilaku menyimpang dari suatu akun yang baru mendaftar di Facebook. 


“Misalnya menambah teman langsung 1000. Atau langsung posting di banyak grup dalam satu hari,” katanya seperti dilansir laman VIVA.co.id, Selasa (22/1).

Jika ada perilaku yang tidak normal itu, akan menjadi sinyal deteksi pada sistem yang dibangun Facebook

2Machine Learning
Penggunaan machine learning ini untuk mendeteksi berita palsu yang ada. 

Dengan deteksi tersebut juga menghapus kemungkinan orang-orang jahat mengambil keuntungan materi dari penyebaran berita palsu. Monetisasi ini berasal dari angka share suatu berita yang di-posting. 

3Fact Checker
Artikel palsu akan diperiksa dengan pemeriksa fakta pihak ketiga. Jika sebuah artikel dinyatakan palsu, akan langsung diberi label dan pengguna mengetahuinya. 

“Pengguna bisa lihat di news feed bahwa berita sudah ditandai oleh fact checker dan dinyatakan berita palsu,” ujarnya. 

Setelahnya, Facebook melakukan penurunan penyebaran berita palsu. Bagi akun yang menyebarkan artikel itu juga akan diberi notifikasi bahwa berita mereka palsu. []

Ads

Ads