Perjuangan Siswa Pulau Banyak Sebrangi Lautan Demi Sekolah

Siswa yang berasal dari Teluk Nibung menuju Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. (ist)

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Terik matahari diiringi dengan desahan angin, membuat beberapa siswa SMA Pulau Banyak yang berasal dari Desa Teluk Nibung tidak gentar menghadapi lautan untuk bisa menempuh Pendidikan.

Perahu mesin, sebuah alat transportasi klasik yang digunakan para siswa untuk bisa menuju ke sekolah yang berada di Pulau Banyak. Tidak ada angkutan khusus seperti di kota besar yang mampu mengantar jemput para siswa.

Perahu sederhana tanpa ada tenda yang melekat diperahu, mereka seakan menghiraukan terik sinar matahari. Raut wajah pelajar ini tak tampak sedikitpun mengeluhkan dari teriknya matahari.

Ads

Aldi seorang siswa kelas satu SMA, berasal dari Desa Teluk Nibung, mengatakan, dirinya dengan temannya sudah biasa menggunakan perahu sebagai transportasi untuk berangkat sekolah.

“Dari kakak kami dulu juga seperti ini, kalau mau berangkat kesekolah harus naik perahu, karena akses jalan menuju pulau banyak harus dari laut,” ungkapnya, Rabu (2/5).

Di Kecamatan Pulau Banyak hanya ada satu sekolah menengah atas (SMA) letaknya di Pulau Balai diseberang pulau Teluk Nibung. Sementara jarak tempuh yang mereka lalui untuk menuju Pulau Balai sekitar 30 menit dengan perahu, itupun tergantung cuaca dan kondisi ombak.

Deburan ombak di lautan menjadi teman yang mengiringinya pergi ke sekolah. Meski perahu yang dinaikinya tidak menyediakan alat pengaman, seperti baju pelampung sebagai antisipasi terjadi hal tak diinginkan di laut, ia mengaku tidak pernah tebersit rasa takut dalam benaknya.

Karena itu, ia dan teman-teman lainnya merasa biasa saja ketika berangkat sekolah menggunakan perahu seadanya.

“Naik perahu kita biasanya iuran buat beli bensin untuk berangkat dan pulang,” ujarnya.

Baginya, bila menaiki perahu ketakutannya apabila ada kerusakan pada mesin perahunya. Tantangan lainnya ialah faktor cuaca, karena apabila cuaca tidak bersahabat, terpaksa dia dan siswa asal Teluk Nibung lainnya mengurungkan niat untuk tidak berangkat ke sekolah

Senada dengan siswa teluk nibung lainnya, apabila cuaca buruk mereka terpaksa tidak sekolah cuma hanya jalur laut yang bisa sampai ke sekolah.

Tidak sedikit rintangan yang harus di lalui mereka, meskipun mereka sering dijanjikan mengenai transportasi yang layak dari pemerintah. Tapi, sampai saat ini belum terealisasi.

“Sudah sering pejabat-pejabat yang datang mengunjungi sekolah kita ini, tetapi mereka seolah memberi harapan tetapi harapan itu tak pernah Nampak,” sebutnya.

Mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah baik dari segi transportasi maupun infrastruktur. [Randi]

Ads