Mati Listrik Saat Puasa, Warga: PLN Kambuh Lagi

Gantikan diesel, jaringan transmisi PLN di Aceh hemat Rp 91,4 miliar
Ilustrasi - Petugas memeriksa instalasi transmisi listrik di Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) PT PLN. 2016. (Tempo)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemadaman listrik bergilir kembali melanda sebagian Aceh. Hal itu membuat warga merasa terganggu dan melampiaskan kemarahan terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) di berbagai laman sosial media.

Warga menilai, pemadaman listrik di bulan Ramadan seperti ini sangat menggangu aktivitas mereka menjalani ibadah puasa. Apalagi pemadaman itu dilakukan saat-saat warga hendak berbuka puasa dan di waktu sahur.

“Penyakit  PLN kambuh lagi, selalu mematikan listrik di bulan puasa. Tiap tahun selalu begitu di Aceh,” ujar Rahmat Fajri (28) warga Lueng Bata, Banda Aceh, Kamis (9/5).

Ads

Manager Komunikasi PLN UIW Aceh T. Bahrul Halid mengatakan, pemadaman listrik ini diakibatkan terjadinya gangguan peralatan pada Gardu Induk Belawan.

“Tanggal 9 Mei 2019 pukul 02.45 dini hari kejadiannya, mengakibatkan Manual Load Shedding (MLS) pada sistem kelistrikan Sumatera bagian Utara,” jelasnya, Kamis malam, 9 Mei 2019.

Sampai saat ini, kata dia PLTU Nagan Raya Unit 1 & 2 belum dapat beroperasi. Hal itu akan berdampak terjadinya pemadaman bergilir pada sub sistem Aceh.

“Maka dengan terpaksa kami melakukan penyalaan bergilir di daerah Lhokseumawe, Bireun, Pidie, Pidie Jaya, Takengon, Bener Meriah, Banda Aceh, Meulaboh, Nagan Raya, Blangpidie dan sekitarnya,” ujarnya.

Saat ini, kata T. Bahrul Halid, petugas PLN sedang berusaha melakukan perbaikan dan pengaturan beban kembali. [Randi]

Ads