Caleg Nasdem dan PDIP di Aceh Gagal ke Senayan, Pengamat: Bukan Karena Hoax

(MediaIndonesia)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh sudah mengumumkan hasil perolehan suara partai dalam rapat pleno rekapitulasi di gedung DPR Aceh, Senin kemarin.

Hasil yang diumumkan KIP hanya suara partai dan gabungan suara yang diperoleh seluruh caleg dalam satu partai. Berdasarkan informasi yang diperoleh, 13 caleg yang diprediksi akan duduk di Senayan berasal dari tujuh partai, yaitu Golkar, PAN, Demokrat, Gerindra, PPP, PKB, dan PKS. Partai-partai ini meraup suara terbanyak baik di dapil I maupun II.

Dari daftar tersebut, Partai Nasdem dan PDI-P gagal mengirimkan caleg terbaiknya menuju ke senayan.

Ads

Baca: Nasdem dan PDIP Gagal Kirim Wakil ke DPR RI dari Aceh

Menurunnya suara kedua partai itu di Aceh, dinilai karena kebijakan pimpinan partai yang tidak menarik perhatian masyarakat Aceh. Sehingga, masyarakat pindah ke partai/caleg lain.

Pengamat politik Aceh dari Universitas Syiah Kuala, Efendi Hasan bahkan membantah bahwa penyebaran hoax menjadi dalang kekalahan PDIP dan Nasdem di Aceh.

Ia berpendapat, dalam prinsip kepentingan dalam masyarakat Aceh, seorang pemimpin itu harus menjaga agama. Hal itu yang tidak terjadi pada pimpinan partai tersebut.

“Bukan terpengaruh dengan hoax ini. Saya melihat ada kebijakan atau ucapan pimpinan partai itu sendiri yang tidak menarik simpati masyarakat Aceh, itu saja persoalannya,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (14/5).

Harusnya, lanjut Efendi, pimpinan partai PDIP dan NasDem tidak melukai hati masyarakat Aceh terutama berkaitan dengan agama. Masyarakat Aceh juga sudah dapat menilai apakah itu relevan atau tidak. Menurut Efendi, tidak ada hubungannya dengan termakan hoax.

“Nasdem pimpinannya orang Aceh, harusnya pernyataannya tidak melukai perasaan masyarakat, kalau PDI memang dari dulu kurang pengaruhnya di Aceh,” ucapnya. [Randi]

Ads