Tuntut Gaji, Guru Honorer dan Bidan Geruduk Kantor Wali Kota Subulussalam

Wali Kota Subulussalam beraudiebsi dengan guru honor dan bidan , di ruangan Wali Kota, Rabu (29/5). (Kanal Aceh/Satria)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Puluhan tenaga honorer dan kontrak dari berbagai sekolah yang ada di Kota Subulussalam, mendatangi kantor Wali Kota, Rabu (29/05).

Kedatangan mereka ingin bertemu dengan Wali Kota H. Bintang, untuk menuntut pembayaran gaji mereka yang sudah tiga bulan tidak dibayar.

Mardiati, salah seorang Guru Honor di SD IV Simpang Kiri dan Nursrilia, Guru Honor di SMP Namo Buaya, saat ditemui media kanalaceh.com, mereka mengaku sudah bekerja namun gaji tidak dibayar.

Ads

Baca: Ini Program Wali Kota Subulussalam 100 Hari Kedepan

“Kami sudah kerja tapi gaji kami tidak dibayar, sudah 3 bulan, ini mau lebaran, kebutuhan kami banyak, hampir setiap tahun kami harus begini (demo) mendatangi kantor walikota” tutur Mardiati.

Guru honorer itu juga berharap agar kedepan dibawah pimpinan Wali Kota yang baru, mereka tidak lagi harus demo untuk meminta gaji di cairkan.

“Harapan kami Pak Wali Kota yang baru, tidak lagi membiarkan kami begini, walaupun gaji kami tak seberapa, mohon lah dibayarkan tepat waktu,” harap Nursrilia

Saat bersamaan sejumlah Bidan desa juga datang dan berbaur bersama guru-guru honor, sama, tuntutan mereka juga sama. Menuntut agar pemerintah segera membayar gaji mereka yang selama ini bekerja sebagai Bidan desa.

“Kami tidak banyak, cuma 31 orang yang masih honor daerah, kami bekerja siang dan malam, menyelamatkan nyawa orang, tapi Gaji dan kesejahteraan kami tidak dipikirkan,” kata Anisa Nasution salah seorang Bidan di Desa Sekelondang.

Anisa menambahkan, Tahun 2017 honor mereka belum dibayar selama 3 bulan, 2018, 4 bulan lagi serta dana operasional pun tak ada. Kemudian tahun ini gaji mereka belum di bayar.

“Kami akan bolak balik setiap hari ke kantor Wali Kota ini sebelum gaji kami dibayar,” tutur rekan seprofesi Anisa.

Pantauan media kanalaceh.com, terlihat para bidan honorer, dan guru kontrak yang didominasi oleh kaum hawa itu sebagian juga membawa anak mereka. [Satria Tumangger]