Risky dan Farah Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Risky Abdullah Saidi dari Kabupaten Aceh Barat dan Farah Faizah dari Kota Banda Aceh dinobatkan sebagai Putra dan Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019. Malam penobatan Putra Putri Pariwisata Nusantara (P3N) Aceh 2019 ini berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu malam (11/9).

Risky dan Farah berhasil menyisihkan 44 finalis putra putri dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang sudah berlangsung mulai 8 September. Keduanya sukses tampil sebagai terbaik pada Pemilihan P3N Aceh 2019 yang perdana digelar di Tanah Rencong, yang sebelumnya disebut pemilihan duta wisata.

Pada malam penobatan P3N Aceh 2019, para finalis tampil mengenakan pakaian adat masing-masing kabupaten/kota. Mereka berjalan di panggung utama dipadu irama musik sebagai rangkaian parade kostum nasional.

Ads

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Rahmadhani Sulaiman, menyampaikan pemilihan P3N Aceh 2019 merupakan penyelenggaraan perdana di Aceh. Ajang ini diikuti putra putri pariwisata terbaik dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Lewat ajang ini melahirkan Putra Putri Pariwisata Nusantara Aceh 2019 yang memiliki semangat, talenta, kreatifitas dan kepedulian dalam mempromosikan ragam pesona wisata Aceh,” ujar Rahmadhani seperti dilansir laman Acehkini.id.

Ia menyebut, tema ‘Peran Milenial Aceh Menuju Era Industri Pariwisata 4.0’ diusung pada penyelenggaraan perdana di Aceh di bawah Yayasan El John Indonesia dan Kementerian Pariwisata. Menurutnya pemilihan tema tersebut sesuai dengan realita saat ini, dimana masyarakat dunia sedang berada pada sebuah revolusi industri 4.0, yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada 46 finalis peserta pemilihan P3N Aceh 2019. Ke-46 finalis merupakan perwakilan dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

“Pelibatan milenial dalam industri pariwisata 4.0 adalah keniscayaan. Tidak ada pilihan lain, kecuali kita memaksimalkan peran tourism 4.0 ini sebagai sumber keunggulan kompetitif baru dalam memajukan industri pariwisata Aceh di pasar global,” ujar Jamaluddin. []

Ads