Begini Jejak Abu Razak, Pimpinan KKB yang Tewas di Pijay

Dok. Polda Aceh
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Abu Razak berhasil dilumpuhkan dengan kontak senjata oleh aparat kepolisian, di Pidie Jaya, Kamis (19/9).

Baku tembak itu mengakibatkan Abu Razak pimpinan KKB tewas beserta tiga anggotanya. Dari latar belakangnya, Abu Razak bukanlah orang yang baru terjun di dunia kriminal. Ia tercatat berulangkali keluar masuk penjara.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriono mengatakan, Abu Razak memiliki nama asli Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-Kahar. Ia juga pernah bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tahun 1999 wilayah Batee Iliek, Kabupaten Bireuen dengan peran memperbaiki senjata api.

Ads

Baca: Abu Razak, Pimpinan KKB Tewas di Pidie Jaya

“Nama aslinya itu Tun Sri Muhammad Azrul Mukminin Al-kahar Alias Abu Razak Bin Muda Abdul Muthali. Dia pernah beberapa kali terlibat dalam kasus kriminal bersenjata di Aceh,” kata Ery Apriono saat dikonfirmasi, Jumat (20/9).

Baca: Detik-detik Kontak Senjata Polisi dan KKB di Pidie Jaya

Pada tahun 2005 pasca perdamaian RI-GAM, Abu Razak kembali ke masyarakat dan bekerja sebagai petani. Tiga tahun berikutnya, Abu Razak mulai melakukan tindak pidana pengancaman menggunakan senjata api. Saat itu, ia melarang warga negara asing melakukan aktivitas pertambangan.

“Aparat saat itu berhasil mengamankan Abu Razak, ia menjalani hukuman penjara dengan vonis 1 tahun 6 bulan di LP Salemba Jakarta pusat,” ujarnya.

Selesai menjalani hukuman Abu Razak tidak memiliki pekerjaan tetap. Pada April 2015, ia bergabung dengan KKB pimpinan Din Minimi. Hanya berselang sebulan, aparat berhasil menangkap Abu Razak. Lalu ia divonis 5 tahun penjara karena melanggar UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Abu Razak mendekam di LP kelas II A Lhokseumawe.

Namun, ia berhasil kabur dari LP kelas II A Lhokseumawe pada September 2017. Polisi lalu menetapkan Abu Razak sebagai DPO dengan nomor dpo/81/ix/2018/reskrim polres lhokseumawe. Namanya kembali muncul pada 12 September 2019. Ia terlibat pemerasan terhadap warga Kabupaten Bireuen.

Setelah berhasil melarikan diri dari kejaran polisi, Abu Razak cs mengakhiri perjalanannya saat kontak senjata dengan Polisi, di Trienggading, Kabupaten Pidie Jaya. Ia beserta tiga anggotanya tewas tertembak. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Kontak senjata antara kelompok kriminal bersenjata dengan aparat kepolisian terjadi di Desa Keude, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (19/9). – Informasi yang diperoleh baku tembak itu terjadi sekira pukul 18:00 WIB. Kapolres Pidie, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Nugraha Setiawan membenarkan peristiwa itu. – “Iya. (Membenarkan adanya kontak senjata). Sementara info awal kayak gitu,” kata Andi Nugraha. – Sementara itu, Dirreskrimum Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Agus Sartijo mengatakan, dalam kontak tembak itu 4 kelompok kriminal bersenjata tewas tertembak. – “4 pelaku meninggal dalam kontak tembak itu,” ujarnya. – Dari tangan Kelompok kriminal bersenjata itu, polisi mengamankan senjata laras panjang, magazine, sangkur dan amunisi. [Randi] – —————————————– #aceh #pidiejaya #polisi #pidie #bireuen #acehutara #acehtimur #langsa #simeulue #acehjaya #bandaaceh #naganraya #abdya #acehselatan #sabang #acehtengah #benermeriah #gayolues #subulussalam #kabaraceh #acehinfo

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on