Pidie Jaya Kucurkan Rp 5,5 Miliar Untuk 9 Mobil Pejabat

Foto: Detik
--Ads--
loading...

Pidie Jaya (KANALACEH.COM) – Para pejabat di Kabupaten Pidie Jaya akan mendapatkan mobil dinas yang bervariasi. Mulai dari harga ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Dalam anggaran APBK Pidie Jaya 2019, untuk kendaraan dinas Bupati Pidie Jaya satu unit mobil Toyota Alphard dengan harga Rp 1,27 miliar. Sementara wakilnya akan menerima Toyota Vellfire dengan harga 1,2 miliar.

Sedangkan tiga pimpinan DPRK Pidie Jaya, masing-masing mendapat kendraan dinas mobil Pajero Sport keluaran terbaru, dengan harga keseluruhan mencapai Rp 2 miliar.

Ads

Untuk para tiga orang asisten, mendapat kendraan dinas mobil Kijang Inova yang harga per unitnya Rp 356 juta. Kemudian ketua MPU Pidie Jaya akan menunggangi mobil Xpander dengan harga Rp 251 juta.

Adapun total anggaran yang dihabiskan untuk belanja sembilan unit mobil tersebut sebesar Rp 5,5 miliar. Belanja kendaraan dinas tersebut bersumber dari APBK Pidie Jaya tahun 2019, melalui e-katalog.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Mahmudi mengatakan, belanja kendaraan dinas tersebut sudah sesuai dan telah dilakukan pertimbangan penyesuaian kekuatan anggaran daerah setempat.

Kata dia, jika beberapa daerah lain pimpinannya ada yang menggunakan kendaraan dinas dengan harga mencapai Rp 1,7 miliar. Namun Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pidie Jaya lebih memilih mobil dengan harga 1,2 miliar.

Menurutnya, pengadaan kendaraan dinas pimpinan daerah Pidie Jaya tersebut dilakukan sesuai dengan PP Nomor16 tahun 2018, Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Karena mementingkan efesiensi anggaran, sehingga lebih memilih kendaraan tersebut, mobil ini harga lebih murah,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/10).

Untuk kendraan dinas bupati dan wakil bupati yang lama, kata dia, sudah mulai rusak dan sering mogok di jalan. “Mobil dinas yang Wakil Bupati gunakan selama ini kan bekas bupati masa Alm Gade Salam. Dan mobil itu juga sudah sering mogok ditengan jalan,” katanya. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Polda Aceh membongkar kasus dugaan korupsi bantuan attaractant penangkap hama kopi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sebesar Rp 48,5 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2015. – Kasus itu berawal saat Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah melaksanakan kegiatan program bantuan penangkap hama kopi, yang pelaksanaannya dilakukan oleh PT Jaya Perkasa Group sebagai rekanan. – Dalam pelaksanaannya, rekanan melakukan markup harga satu alat hingga dua kali lipat yang dikeluarkan distributor. Sehingga, dalam audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan pengadaan barang dan jasa LKPP, negara mengalami kerugian Rp 16,5 miliar. – – “Markupnya hingga dua kali lipat dari harga biasanya, sehingga kerugian negara mencapai Rp 16,5 miliar,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol T Saladin di Markas Polda Aceh, Rabu (9/10). – Polisi juga mengamankan empat tersangka, yaitu berinisial AR selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), T selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), M sebagai rekanan dan TJ yang menerima sub kontrak pekerjaan. Dalam kasus itu, polisi telah memeriksa 50 orang saksi, termasuk saksi ahli dari BPKP dan ahli pengadaan barang dan jasa LKPP. – “Penanganan kasus ini sudah kita lakukan penyelidikan mulai September 2018. Total saksi yang kita periksa 50 orang termasuk dari BPKP dan LKPP sebagai saksi ahli. Tersangka ada 4 orang,” ujar Saladin. – Dari tangan keempat tersangka, polisi mengamankan uang tunai keseluruhan Rp4,3 miliar dan dua sertifikat bidang tanah dengan luas 970m2 dan 493m2 di Aceh Tengah milik AR selaku KPA. Kemudian uang tunai Rp 50 juta dari T sebagai PPK. – -#Selengkapnya baca di www.kanalaceh.com atau klik tautan di story – #aceh #bandaaceh #bireuen #pidie #pidiejaya #acehbesar #lhokseumawe #acehutara #acehtimur #langsa #acehtamiang #acehtenggara #gayolues #acehtengah #benermeriah #abdya #naganraya #acehbarat #naganraya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #simeulue #sabang #acehjaya #kopi

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on