Aceh Hadapi Bengkulu di Final Cabor Sepakbola Porwil Sumatera

(ist)
--Ads--
loading...

Bengkulu (KANALACEH.COM) — Tim sepakbola Aceh melakukan latihan ringan menjelang pertandingan menghadapi tuan rumah Bengkulu di partai final cabor sepakbola Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumatera. Partai puncak akan berlangsung, Minggu (3/11) besok.

Latihan yang dipimpin duet pelatih Azhar dan Mukhlis Rasyid, berlangsung di lapangan sepakbola Brimob, Bengkulu, Sabtu (2/11).

Sebelumnya, Ridha Umami dkk tampil di babak penyisihan Grup B di Stadion Padang Panjang, Bengkulu Selatan. Sekitar tiga jam perjalanan darat dari Kota Bengkulu, ibukota Provinsi Bengkulu.

Ads

Laga final akan berlangsung di Stadion Semarak, Sawah Lebar, Bengkulu pada Ahad (3/11/19) besok sore. Direncanakan Plt Gubernur Aceh, dan Kadispora Aceh ikut menonton partai ini.

Untuk memberi waktu istirahat yang cukup kepada para pemain, atas inisiatif KONI Aceh, rombongan Akhirul Wadhan dkk digeser segera ke Bengkulu sehari lebih cepat dari jadwal yang diatur PB Porwil.

“Sebenarnya, panitia baru menanggung akomodasi untuk cabor sepakbola yang masuk final H-2,” kata Ketua Kontingen KONI Aceh H Kamaruddin Abubakar kepada media.

Pria yang akrab disapa Abu Razak ini menyebutkan, pihaknya sengaja mempercepat pergeseran tim dari Manna ke Bengkulu agar para pemain bisa lebih fresh dan banyak waktu istirahat.

“Iya, kita sengaja membawa pulang lebih cepat anak-anak ke Bengkulu, agar mereka bisa lebih fresh dan rileks menjelang final lawan Bengkulu,” ujar dia.

Bahkan, sebut Abu Razak, pada Jumat (1/11), Reza Santika dkk dijamu makan malam bersama di salah satu restoran di Kota Bengkulu. Di acara tersebut ikut hadir Exco PSSI Aceh Kennedy Husein, Wakil Bendahara KONI Aceh, H Zaini Yusuf, serta pengurus lainnya. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Dalam kurun Bulan Januari hingga Oktober 2019, tercatat 693 kali bencana melanda Aceh, dan kerugian akibat bencana itu mencapai Rp 125 Miliar. – Sementara enam orang meninggal dunia 31.612 jiwa serta 5.812 rumah terdampak bencana yang terjadi selama kurun waktu 10 bulan. Bencana kebakaran pemukiman masih mendominas,i yakni sebanyak 242 kali kejadiannya. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini sebanyak Rp 52 miliar. – Sementara itu, bencana yang paling banyak memakan korban terdampak adalah banjir genangan, banjir luapan, longsor dan banjir bandang yang merendam 4.997 rumah dan berdampak pada 29.613 jiwa. – Total kerugian dari seluruh bencana banjir genangan dan banjir bandang mencapai Rp33 miliar. Kemudian kebakaran hutan sebanyak 218 kali, angina putting beliung 93 kali dan gempa bumi 14 kali. – Semua bencana juga berdampak pada 23 sarana pendidikan, delapan sarana kesehatan , 18 sarana pemerintahan, 13 sarana ibadah. Berdampak pula pada 1,287 meter badan jalan, 11 jembatan, 247ruko dan 1 pasar. – Kebakaran masih menjadi bencana paling banyak terjadi, terutama kebakaran pemukiman. Kalak BPBA, Sunawardi, mengingatkan bahwa mencegah dan mengatasi kebakaran bukan hanya tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran, masyarakat secara umum wajib ikut serta untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran. – “Bila ternyata api tidak mampu anda padamkan, utamakan keselamatan diri dan orang-orang yang ada di dalam gedung/bangunan dan segeralah minta bantuan kepada masyarakat sekitar,” kata Sunawardi… – -#Selengkapnya baca di www.kanalaceh.com – #aceh #bandaaceh #bireuen #pidie #pidiejaya #acehbesar #lhokseumawe #acehutara #acehtimur #langsa #acehtamiang #acehtenggara #gayolues #acehtengah #benermeriah #abdya #naganraya #acehbarat #naganraya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #simeulue #sabang #acehjaya #bencana

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on