PNS di Kecamatan Longkib Minim dan Jarang Masuk Kantor

(Kanal Aceh/Satria Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – PNS yang bertugas di Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam minim, dan satu orang dikabarkan jarang masuk kantor.

Ketua PK KNPI Kecamatan Longkib Sadia yang juga merupakan tenaga Honorer K2 di Kantor Kecamatan Longkib kepada kanalaceh.com mengatakan, bahwa PNS di Kecamatan Longkib sangat minim yakni jumlahnya cuma 7 orang, itu pun ada sebagian yang jarang masuk, bahkan tidak pernah sama sekali.

“Jadi PNS itu siap ditempatkan dimana saja, jangan hanya cari uang di daerah kami, kami tidak mau itu, kami sangat keberatan ini,” kata Sadia.

Ads

Sadia juga memperlihatkan absen kehadiran para PNS di kecamatan Longkib, dalam absen itu terlihat ada dua orang PNS yang tak pernah menandatangani absen kehadiran yakni berinisial AB dan S.

Saat dikonfirmasi kepada Camat Longkib Hal Haris membenarkan bahwa memang ada satu orang ASN berinisial S yang jarang masuk kantor, bahkan kata dia, sejak ia kembali menjabat sebagai camat di Kecamatan Longkib pada tanggal 18 September 2019 lalu, pegawai yang dimaksud tak pernah masuk.

“ya benar, PNS cuma 7 orang termasuk saya, Jabatan yang terisi cuma camat dan bendahara, sedangkan Sekcam, 4 orang kasi dan 4 orang kasubag masih kosong. memang ada satu orang PNS dikantor ini yang jarang masuk, bahkan selama saya kembali jadi camat disini, PNS tersebut tidak pernah masuk” kata Haris.

Haris juga mengaku bahwa sudah dua kali ia menyurati yang bersangkutan, surat tersebut juga ditembuskan kepada pimpinannya yakni Sekda dan Inspektorat, namun tidak pernah diindahkan.

Sementara ASN berinisial ‘AB’ yang juga tidak pernah menandatangani absen kehadiran, kata Hal Haris memang sudah pindah tugas.

Hal Haris berharap bawahannya yang berinisial ‘S’ itu sesuai PP 53 tentang Disiplin PNS agar bisa patuh pada pimpinan, sebagaimana dirinya patuh pada pimpinannya. [Satria Tumangger]

 

View this post on Instagram

 

Soal Pria Bugil di Maps, Tim Verifikasi Google Dipertanyakan Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan mempertanyakan tim verifikasi google yang tidak bisa mendeteksi, adanya kesalahan yang terjadi di aplikasi navigasi Google Maps, yang memuat foto pria bugil di gambar pencarian dengan kata kunci Banda Aceh. Menurutnya, Google menerapkan sistem partisipasi pengguna dengan menu kirim masukan. Namun, hal yang berbau SARA tetap masuk dan lolos ke publik. “Yang disayangkan kenapa bisa lolos ke publik, apakah tidak ada tim verifikasi dari google. Seharusnya sebagai perusahaan profesional dan bertaraf dunia sudah selayaknya memiliki tim verifikasi,” kata T Farhan saat dikonfirmasi, Senin (4/11). Sebagai referensi awal bagi pengguna internet, kata Farhan, jangan sampai Google turut menjadi sumber penyebaran hoaks dan rasisme. Kemudian, Google tidak bisa menyerahkan seluruhnya kepada pengguna untuk mempreteli bahan yang hendak dimasukkan ke dalam aplikasi. Apalagi, lanjut Farhan, Googgle hanya mengandalkan mesin untuk verifikasi. “Manusia memiliki rasa, kebijaksanaan. Hal ini yang tidak pernah dimiliki oleh mesin. Google jangan hanya mengandalkan mesin,” ujar Farhan. Google juga harus memberikan reward kepada masyarakat yang melaporkan kelemahan sistemnya, bukan hanya memberikan reward bagi penemu celah yang tidak aman dalam sistem (bug/Vulnerability Reward). Sebelumnya, warga Aceh dihebohkan dengan gambar pria tanpa busana, yang ada di aplikasi navigasi Google Maps. Gambar tersebut terpampang seorang pria dengan menggunakan tongkat narsis (tongsis) dan menulis di tangannya soal penolakan syariat islam. Dilihat dari geoogle maps, pria berkacamata dan menggunakan topi berwarna abu-abu itu, menunjukkan tulisan di tangan kirinya yang bertuliskan ‘Protest Syariah Law’. Gambar ini muncul di sisi kiri layar saat di search kata kunci kunci Banda Aceh di Google Maps. Gambar tersebut akan muncul berbentuk 360 derajat. Dan terpampang jelas pria tanpa busana. [Randi]

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads