38 Pelajar Malaysia Belajar Bahasa Arab ke Dayah Insan Qur’ani

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 38  siswa pelajar sekolah berasrama penuh integrasi (SBPI) Rawang Selangor Malasyia, dan 5 guru pendamping kembali mengunjungi Dayah Insan Qur’ani Aceh, dalam rangka belajar bahasa Arab selama 14 hari yang dipusatkan di Kantor LAN  Aceh, Banda Aceh mulai tangal 6 – 19 November 2019.

Program pembelajaran bahasa Arab tersebut merupakan program kerjasama Dayah Insan Qur’ani (IQ) Aceh dengan SBPI Rawang Malasyia. Sebelumnya guru Dayah IQ juga di undang ke ke sekolah tersebut.

Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Ust. Muzakkir mengatakan Seyogyanya Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dayah Insan Qur’ani, namun karena kondisi Dayah IQ belum memiliki aula serta sarana dan prasarananya belum memadai, maka pusat belajarnya di pindahkan ke aula Kantor LAN.

“Kami menyambut baik dan sangat senang bahwa Aceh, dalam hal ini Dayah Insan Qur’ani kembali dipercaya sebagai tempat dilaksanakan Daurah Bahasa Arab bagi adik siswa dari Malaysia, dan ini merupakan kegiatan yang ke 5 sejak tahun 2015, namun sampai saat ini kegiatan daurah ini terpaksa dilaksanakan di luar Dayah IQ karena kondisi sarana kami yang belum memungkinkan, mudah-mudahan pada tahun berikutnya bisa dilaksanakan di Dayah kami,”

Ads

“Kami berharap kepada anak-anak kami para peserta Daurah, semoga mendapatkan hasil yang maksimal dalam belajar Bahasa Arab sehingga bisa kembali ke Malaysia dengan peningkatan bahasa yang signifikan. Tahun ini haruslah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” lanjut Ust. MUzakkir dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Rabu (6/11).

Selama di Aceh mereka diajarkan cara cepat agar bisa berkomunikasi dalam bahasa Arab oleh dewan guru dari Dayah Insan Qur’ani dan mereka juga belajar out door ke sejumlah tempat wisata di Banda Aceh, seperti Meseum Tsunami, Pltd Apung dan sejumlah tempat lainnya, disana nantinya mereka belajar bahasa Arab sambil bermain.

“Mereka belajar Indoor dan Out Door, nanti juga akan melakukan praktik Muhadasah dengan santri dayah insan Qur’ani.” tambah Ust. Muzakkir.

Sementara Kepala Sekolah SPI Rawang Malaysia Ust. Abdus Salam mengapresiasi kerjasama dengan Aceh yang sudah memasuki tahun  ke lima, sejak tahun 2015, artinya sudah banyak pelajar SPI Rawang Malaysia yang belajar bahas Arab ke Dayah Insan Qur’ani Aceh.

“Terimakasih sambutan hangat masyarakat Aceh, khususnya jajaran Dayah IQ.  Alhamdulillah sangat senang dengan kerja sama ini dengan penyambutan dan pelayanan yang luar biasa,” ujar Ust. Abdussalam.

Adapun ketua  Panitia Daurah Bahasa Arab Ust. Azhar menegaskan kepada peserta untuk disiplin dalam belajar dan tidak sungkan untuk praktek bahasa Arab. Peserta di anjurkan untuk full berbahasa Arab selama Daurah.

Hadir pada pembukaan kegiatan tersebut, Yayasan Dayah IQ, Ust. Raihan dan para Asatidz Dayah IQ. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Direktur Yayasan Jalin Perdamaian, Yudi Zulfahri menyebut, hingga saat ini, Aceh jadi daerah yang masih dilirik oleh kelompok radikal di Indonesia. Sebab, secara geografis hingga pasokan senjata dengan mudah didapatkan. Ada beberapa pertimbangan, karena di daerah lain di Indonesia sudah kesulitan mulai dari ruang geraknya yang semakin sempit, logistik dan persenjataan juga susah didapatkan. Sehingga, Aceh menjadi daerah paling ‘empuk’ untuk dijadikan lahan para kelompok radikal. Apalagi, Aceh menerapkan syariat islam, sehingga kelompok ini menggunakan isu ini untuk propaganda politik. Ads “Di Aceh semua masih tersedia, geografisnya bagus, pasokan senjata juga mudah. Masyarakatnya juga sudah siap dengan perang. Terus apa yang paling penting? isu syariat Islam, sehingga untuk propaganda politiknya lebih mudah. Maka Aceh masih didatangi sampai sekarang,” kata Yudi saat menjadi pemateri dalam sebuah diskusi di SKB Lampineung, Banda Aceh, Rabu (6/11). Selengkapnya klik link di www.kanalaceh.com atau klik story’ #aceh #acehbarat #acehtimur #acehtengah #acehbesar #acehsingkil #acehtamiang #acehselatan #abdya #teroris #serangan #bandaaceh #yayasanjalinperdamaian #radikal #propaganda #syariahislam#isu #politik

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on