Kasus 53 Kg Sabu di Aceh: 1 Divonis Mati, 3 Dipenjara Seumur Hidup

Besok, sidang gugatan UU Pemilu beragendakan dengar keterangan dari Presiden dan DPR
Ilustrasi. (republika)
--Ads--
loading...

Lhokseumawe (KANALACEH.COM) – Seorang bandar sabu seberat 53 kg di Lhokseumawe, Aceh divonis mati. Tiga terdakwa dalam kasus ini dihukum seumur hidup.

Sidang vonis terhadap keempat terdakwa digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Kamis (7/11). Keempatnya awalnya masuk bersamaan ke dalam ruang sidang. Namun ketika sidang dimulai, hakim terlebih dulu menyidang tiga orang.

Keempat terdakwa dalam kasus ini yaitu Hamdan Syukranlillah (26), Irwandi (27), M Arrazi (26), dan Ibnu Sahar. Tiga nama pertama dihukum seumur hidup sementara Ibnu divonis mati.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ibnu dengan hukuman mati,” putus Ketua Majelis Hakim Mukhtar dengan dua anggota, Jamaluddin dan Muhtari seperti dilansir laman Detik.com.

Ads

Vonis terhadap Ibnu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut keempatnya divonis mati.

Seperti diketahui, keempat terdakwa ditangkap personel TNI AL di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh. 53 Kg sabu beserta satu pucuk pistol berhasil disita petugas.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan patroli rutin yang dilaksanakan petugas di Perairan Lhokseumawe. Mereka melihat dua kapal boat mencurigakan kemudian melakukan pengejaran dan berhasil memberhentikannya di Perairan Ujong Blang.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap muatan kapal, personel menemukan 5 karung di dalamnya ditemukan barang diduga sabu seberat 53 Kg dan sepucuk pistol bersama 7 butir pelurunya. []

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Freediving atau berenang bebas di lautan menjadi favorit banyak wisatawan untuk menikmati surga wisata bahari di Indonesia. – Aktivitas menyelam tanpa tabung ini juga terbilang ekstrem. Salah satu lokasi freediving yang cukup menjanjikan ialah di Teluk Balohan, Sabang. – Event Sabang International Freediving Championship 2019 (SIFC) ini juga diikuti 40 atlet dari 16 negara. Event ini berlangsung sejak 2-7 November 2019. – Mereka menjajal ‘surga’ bawah laut Sabang dengan kedalaman bervariasi hingga 100 meter, tanpa tabung oksigen. Lantas bagaimana tanggapan mereka tentang menyelam di bawah laut Sabang? – Mariko Kaji, atlet Freediving dari Jepang mengakui teluk Balohan yang dinilainya memiliki kelebihan tersendiri untuk lokasi freediving. Apalagi, airnya hangat, arus air tidak begitu kencang dan permukaan air yang tenang, membuat para penyelam bisa menikmati menyelam dengan nafas tunggal. – “Airnya hangat, enggak ada arus dan sangat bisa (untuk pemula), yang jelas enggak ada arus, permukaannya tenang dan aman untuk freediving,” kata Mariko kepada kanalaceh.com saat ditemui di arena SIFC, Balohan, Kamis (8/11). – Sementara itu, Surya Lecona dari Mexico mengatakan, Sabang menjadi tempat yang asyik untuk menyelem. Selain kejernihan airnya, ia juga mengagumi adat budaya yang ada di Sabang, seperti tradisi tarik pukat. – “Disini enak, nyaman, performance kami di bawah laut bisa stabil, ini tempat paling bagus (lokasi freediving balohan) menurut saya,” ucapnya. – – 📹 SIFC/Victor Yuslih – @danirandii – – #aceh #sabang #balohan #freediving #sea #japan #mexico #korea #china #newzealand #amerika #pidie #bandaaceh #pulaubanyak #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #thelightofaceh #disbudparaceh #naganraya #pulaubanyak #langsa #lhokseumawe #subulussalam #abdya #acehutara

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on