Seribuan Masyarakat Padati Arena Pembukaan MTQ di Kecamatan Lawe Alas

(Kanal Aceh/Seh Amin)
--Ads--
loading...

Kutacane (KANALACEH.COM) – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Lawe Alas, tahun 2019  di Desa Kute Batu I, berlangsung meriah. Seribuan masyarakat memenuhi arena pembukaan kegiatan itu, pada Sabtu (9/11) malam.

Pembukaaan MTQ itu dimulai dengan penampilan Tari Belo Mesusun yang dimainkan dari putri Desa Kute Batu I dan sekitarnya. Aksi mereka mampu menghipnotis penonton.

Bupati Kabupaten  Aceh Tenggara, Raidin Pinim yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam setempat, Iqbal Selian mengatakan,  penyelenggaraan MTQ menjadi salah satu sarana menjaga kemurnian Al-Quran. Di samping itu, kata Niqbal, MTQ juga menjadi sarana dakwah yaitu dengan upaya memperkenalkan Al-Quran kepada masyarakat.

Ads

“MTQ menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam menyebarkan syiar Islam karena unsur seni dalam MTQ dianggap sebagai salah satu daya tarik tersendiri yang dapat mendorong minat masyarakat dalam mempelajari Al-Quran,” ujar  iqbal.

Camat Kecamatan Lawe Alas, Sudirman menyampaikan, Alquran adalah merupakan kitab suci untuk memperluas menyempurna ilmu pengetahuan melalui MTQ  ini.

Sehingga dapat memperkuat ke imanan, kemudian menjadi penyaring pondasi generasi muda ke arah kebaikan. Dengan harapan, pelaksanaan MTQ ini berjalan sukses.

Peserta MTQ berjumlah 405 orang, yang terdiri dari Tilawah, Hafzil Alqur’an, Syarhil, Fahmil Alqur’an, dan Khat. Sedangkan  juri hakim tilawah Alqur’an diantaranya, Tgk. H. Aliman Selian, Tgk Suhardi, S.Ag,Ustazah Jumaiyah S.Ag, Zakiyah.

Selanjutnya, Hakim Hafzil Alqur’an antara lain, Saleh Adri, Anuar Ependi, Hermansyah, Hakim Fahmil Alqur’an yakni, Saiful Anuar , Ardiansyah, Radinah, sementara Hakim Syahril Alqur’an diantaranya, Fahrul Azmi,M.Kaisar Arafikana.

Sedangkan Juri Hakim Khattil Alqur’an antara lain yakni, Haddin S.Pdi, Dedi Iskandar Muda S.Ag,Hermansyah S.Pdi,terang ketua panitia. [Seh Amin]

 

 

View this post on Instagram

 

Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Program Ekowisata Ujung Tamiang merupakan program pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan. Program ini diinisiasi oleh PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSLI) dan didukung Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Aceh. Berawal dari isu pelestarian satwa Tuntong Laut, program ini kemudian berkembang kepada pengembangan kapasitas masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Pusung Kapal. Kegiatan konservasi satwa langka Tuntong Laut sudah dimulai sejak tahun 2011 dan pada tahun 2017 Pertamina EP mulai mengembangkan program tersebut. Pendirian fasilitas sarana dan prasarana seperti Rumah Informasi Tuntong (RIT) dilakukan sebagai salah satu media bagi masyarakat untuk mengetahui mengenai satwa Tuntong Laut. Saat survei awal dilakukan kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut. Menurut YSLI lebih dari 80% siswa mengatakan tidak tahu tentang spesies Tuntong Laut. Hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh kurangnya sosialisasi namun juga karena kebiasaan masyarakat di masa yang lalu dengan budaya ‘betuntong’ untuk mencari telur Tuntong menjadi panganan khas. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com #aceh #acehbesar #bandaaceh #acehselatan #acehtengah #acehtimur #abdya #acehtenggara #laut #ekowisata #acehtamiang #tamiang #program #pemberdayaan #ekonomi #ysli #bksda #pokdarwis #tuntonglaut #betuntong

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads