Kambing Lahir Berkaki Delapan di Nagan Raya

ANTARA
--Ads--
loading...

Nagan Raya (KANALACEH.COM) – Seekor kambing berkaki delapan ditemukan lahir di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Sabtu (9/11) siang.

Ternak milik Syarifuddin (45) tersebut lahir dari seekor kambing betina miliknya di sekitar rumah tetangganya di desa.

“Awalnya saya tak menyangka kambing yang lahir ini berkaki delapan,” kata Syarifuddin kepada wartawan, Minggu (10/11).

Ads

Menurutnya, saat kambing tersebut akan lahir, induk betina kambing ini terlihat kesakitan dan bertingkah tidak seperti biasa.

Ketika lahir, ia dan warga mengaku kaget karena ternak yang lahir merupakan kambing berkaki delapan.

Sontak kejadian tersebut membuat masyarakat di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya terkejut dan geger karena sempat beredar luas di media sosial.

Namun, ternak tersebut hanya hidup selama beberapa jam saja setelah lahir dan kemudian mati.

Sementara itu, Yusda, seorang tokoh masyarakat di Desa Pasi Keubeudom, Kecamatan Tripa Makmur, Nagan Raya, mengatakan dirinya bersama warga sangat terkejut dengan lahirnya seekor kambing berkaki delapan milik seorang warga di desanya.

“Mungkin karena kejadiannya langka, banyak warga yang kaget,” katanya.

Meski ternak kambing tersebut sudah mati, namun kejadian unik dan langka tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga di desa, kata Yusda menambahkan. [Antara]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Tamiang (KANALACEH.COM) – Program Ekowisata Ujung Tamiang merupakan program pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa merusak kelestarian lingkungan. Program ini diinisiasi oleh PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia (YSLI) dan didukung Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Aceh. Berawal dari isu pelestarian satwa Tuntong Laut, program ini kemudian berkembang kepada pengembangan kapasitas masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Pusung Kapal. Kegiatan konservasi satwa langka Tuntong Laut sudah dimulai sejak tahun 2011 dan pada tahun 2017 Pertamina EP mulai mengembangkan program tersebut. Pendirian fasilitas sarana dan prasarana seperti Rumah Informasi Tuntong (RIT) dilakukan sebagai salah satu media bagi masyarakat untuk mengetahui mengenai satwa Tuntong Laut. Saat survei awal dilakukan kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut. Menurut YSLI lebih dari 80% siswa mengatakan tidak tahu tentang spesies Tuntong Laut. Hal tersebut tidak hanya disebabkan oleh kurangnya sosialisasi namun juga karena kebiasaan masyarakat di masa yang lalu dengan budaya ‘betuntong’ untuk mencari telur Tuntong menjadi panganan khas. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com #aceh #acehbesar #bandaaceh #acehselatan #acehtengah #acehtimur #abdya #acehtenggara #laut #ekowisata #acehtamiang #tamiang #program #pemberdayaan #ekonomi #ysli #bksda #pokdarwis #tuntonglaut #betuntong

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on