Haji Uma Fasilitasi Pemulangan Warga Abdya yang Sakit di Malaysia

(IST)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM)  – Anggota DPD-RI Haji Uma bantu memulangkan warga Aceh Barat Daya yang menderita strok di Malaysia, Rabu (20/11).

Muhammad Yusuf berasal dari kampung Tengah, Kecamatan Kuala Batee, harus mendapat perawatan intensif di rumah Sakit Battink Kelank, Malaysia sejak seminggu lalu setelah mengalami stroke.

Keluarga Yusuf langsung menghubungi dan menyurati H. Sudirman (anggota DPD RI) dan juga berharap, bantuan dari para dermawan lainnya untuk dapat meringankan pelunasan biaya rumah sakit dan pemulangan Muhammad Yusuf kembali ke daerah asalnya.

Ads

Keluarga Yusuf sangat berharap bisa memulangkannya ke Aceh, mengingat biaya rumah sakit semakin besar seiring makin lamanya dirawat di Malaysia. Sedangkan keluarga M. Yusuf sendiri secara ekonomi tidak memiliki biaya dan tergolong keluarga tidak mampu.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma mengaku telah menerima surat dari keluarga M. Yusuf dan juga telah melakukan kontak dengan warga Aceh yang mendampingi M. Yusuf selama perawatan di rumah sakit di Malaysia.

“Kita telah melakukan kontak dengan seorang pendamping disana sebagai tindak lanjut surat dari keluarga M. Yusuf. Saat ini kita masih terus menunggu dan berharap perkembangan kondisi pasien sehingga dapat segera dipulangkan”, ujar Haji Uma.

Haji Uma juga menyebutkan, hasil komunikasinya senin malam kemarin, diketahui jika dokter yang bertanggung jawab terhadap pengobatan M. Yusuf disana belum hadir. Sehingga belum bisa dilakukan estimasi biaya dan pembayaran serta pembuatan surat keterangan penyakit untuk referensi tindak lanjut penanganannya.

Tak hanya itu, Haji Uma juga telah berkoordinasi dengan BP3TKI Aceh untuk pemulangan dan pihak Rumah Sakit Zainoel Abidin di Banda Aceh untuk penanganan lanjutan nantinya. Selain itu, Haji Uma juga telah berkomunikasi dengan pihak BPJS luar negeri di Malaysia untuk membantu menekan biaya rumah sakit.

“Kita sudah mencoba melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang nantinya kita harapkan dapat membantu proses pemulangan dan perawatan lanjutan bagi M. Yusuf setelah dipulangkan ke Aceh”, kata Haji Uma.

Haji Uma berharap kepada pihak keluarga di Aceh agar bersabar dan berdoa bagi kemajuan kondisi M. Yusuf agar langkah upaya pemulangan ke Aceh segera dapat dilakukan. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Gerhana matahari cincin akan melintasi bumi pada 26 Desember 2019. Gerhana total itu, hanya bisa dilihat dari 7 provinsi. Untuk itu, Kemenag Aceh akan memantau gerhana matahari cincin di Kabupaten Simeulue. Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh menyebutkan, ketujuh provinsi yang bisa melihat gerhana matahari total adalah Aceh, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Untuk provinsi Aceh, gerhana total hanya bisa dilihat di Kabupaten Simeulue dan sebagian daerah di Aceh Singkil. Gerhana akan terjadi pada pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB. “Tapi ada dua kabupaten kota yang terkena yaitu simeulue dan sebagian singkil. Durasi gerhana seluruhnya tiga jam 47 menit 52 detik, sementara durasi gerhana total cincin dua menit 53 detik,” kata Daud Pakeh, disela sosialisasi Hisab Rukyat pada pelajar di Kanwil Kemenag setempat, Selasa (19/11). 50 peserta yang berasal dari sekolah dan madrasah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar ikut dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi para siswa tentang bagaimana terjadinya fenomena alam itu. “Sosialiasi ini bagi kami penting, karena untuk memberikan pemahaman untuk anak-anak kita, di satu sisi sebagai sains, mereka harus tahu kapan gerhana matahari itu terjadi,” ujar Daud Pakeh. Sosialisasi itu juga bertujuan untuk memberi pemahaman pada masyarakat bagaimana terjadinya fenomena gerhana melalui para siswa-siswi. “Lewat anak-anak kita mengedukasi apa yang harus dilakukan masyarakat saat gerhana, baik gerhana bulan maupun matahari, juga kita menjaga aqidah umat jangan ada seperti masa lalu, kami yakin di kampung-kampung masih ada yang menganggap gerhana itu musibah besar,” jelasnya. Pihaknya juga menyebutkan bahwa saat gernaha matahari cincin, pihaknya akan membagi 500 kacamata khusus untuk masyarakat di Simeulue. [randi] #acehbarat #acehtengah #aceh #acehtenggara #acehtimur #acehsingkil #acehselatan #bandaaceh #gerhana #matahari #cincin#gerhanacincin #gerhanamataharitotal

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads