Ditagih Debt Collector? Begini Cara ‘Menaklukkannya’

Ilustasi. (Gridoto)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Bagi konsumen yang membeli motor dengan cara kredit, tentu mempunyai kewajiban untuk membayar angsuran yang telah disepakati tiap bulannya. Jika menunggak cicilan, maka siap-siap saja ditaghih pihak leasing bahkan bisa saja motor ditarik.

Banyak kejadian penarikan motor kredit dilakukan secara paksa oleh debt collector, nah makanya biar bisa ‘menaklukkan’ para debt collector tersebut, kreditur harus bersikap tenang dan menanyakan beberapa surat resmi dari debt collector tersebut. Karena tidak sedikit leasing yang bekerja sama dengan debt collector yang tidak berizin atau mata elang.

Nah ada tips dari kepolisian melalui media sosial Istagram @multimedia.humaspolri yang menerangkan cara ketika ditagih oleh debt collector, cara ini sebetulnya hanya untuk memastikan debt collector tersebut resmi atau tidak.

Ads

Hal pertama yang harus ditanyakan ialah identitas resmi debt collector yang hendak menarik kendaraan,setelah itu pemilik kendaraan berhak menanyakan identitas lainnya, yakni kartu sertifikasi profesi yang dikeluarkan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

Selain itu, penagih juga harus memiliki surat kuasa dari perusahaan finance saat hendak mengambil kendaraan yang belum melakukan pembayaran tagihan. Terakhir, debt collector harus memiliki sertifikat jaminan Fidusia. Bila penarik tak memiliki keempat surat tersebut, pemilik kendaraan dihimbau tak memberikan kendaraannya dengan sopan.

Jika debt collector-nya masih memaksa, pemilik kendaraan bisa meminta bantuan Aparat Kepolisian. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Setelah sukses dengan branding pariwisata ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’, kini Pemerintah Aceh kembali melaunching logo baru, dengan fokus ke pengembangan wisata halal. Branding pariwisata baru itu ialah ‘Aceh Halal Tourism’ atau ‘Wisata Halal Aceh’. Branding ini di launching pada Jumat, (6/12) oleh Plt Gubernur Aceh didampingi Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh dan Kadisbudpar, di Hotel Hermes, Banda Aceh. Branding ‘Aceh Halal Tourism’ ini diyakini menjadi strategi Pemerintah Aceh untuk menarik wisatawan muslim, agar mau berkunjung ke tanah rencong. Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin mengatakan, kehadiran logo baru Pariwisata Aceh ini tidak terlepas dari branding sebelumnya, yaitu ‘The Light Of Aceh’. Dan ini, kata dia menjadi satu kesatuan. Aceh punya culture yang berbeda. Bukan berarti menggantikan ‘The Light Of Aceh’ tapi ini satu kesatuan. Apa itu wisata halal dalam logo, jadi ini lebih memperkuat. Aliran utamanya tetap branding yang sudah ada,” kata Jamaluddin. Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Aceh, Iskandarsyah Madjid menjelaskan, branding ‘Wisata Halal Aceh’ menjadi alat komunikasi kepada masyarakat, untuk menjelaskan bagaimana pentingnya membranding pariwisata Aceh. #bandaaceh #acehbarat #acehtimur #aceh #acehbesar #acehsingkil #acehgayo #acehtamiang #acehtenggara #acehhalaltourism #wisatahalalaceh #pesonaindonesia #wonderfullindonesia #aceh #bandaaceh #halaltourism #wisatahalal

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads