BMKG Pasang 13 Alat Pendeteksi Gempa di Aceh

beritabintang.com
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sebanyak 190 alat sensor pendeteksi gempa bumi dipasang oleh BMKG di Indonesia. 13 Diantaranya di daerah Aceh, yang dinilai sebagai kawasan rawan gempa.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie, Aceh Besar. Djati Cipto Kuncoro mengatakan, pihaknya sudah membangun 13 shelter yang tersebar di beberapa wilayah di Aceh. Proses pembangunan sudah berjalan sejak Agustus.

Pembangunan 13 shelter atau alat pendeteksi gempa itu berada di kantor BPBD Jantho Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, Sabang, Nagan Raya, dan Aceh Selatan. Pemilihan lokasi ini adalah karena kawasan tersebut merupakan daerah rawan yang pernah terjadi gempa.

Ads

“Sebelum dilakukan pembangunan ini di Aceh alat pendeteksi yang kita miliki hanya sekitar 4 shelter. Itu ada di Mata Ie, Aceh Jaya, BMKG Lhokseumawe, dan Langsa,” ujar Djati, Jumat, 13 Desember 2019.

Proses pengerjaan pembangunan shelter ini, sebut Djati, sedang berlangsung dikerjakan. Dari 13 itu hanya 5 shelter yang telah selesai dikerjakan dan sudah bisa difungsikan. Ditargetkan pada Desember ini seluruh shelter selesai dibangun.

“Yang sudah selesai itu ada di Jantho Aceh Besar, Nagan Raya, Sabang, sedangkan selebihnya masih sedang dikerjakan. Diharapkan Desember ini semua akan segera selesai,” katanya.

Dijelaskan Djati, dengan terpasangan alat pendeteksi itu maka BMKG ke depan bisa mengetahui lebih detail hasil dari terjadinya gempa bumi itu sendiri. Misalnya, hasil dari gerakan lempeng, patahan- patahan atau sesar yang berada di sekitar kawasan setempat. [Rino Babarot]