920 Rumah Warga Miskin di Aceh Dapat Listrik Gratis

Pemasangan listrik gratis. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi Sumber Daya Energi (ESDM) akan melanjutkan program pemasangan listrik gratis, bagi masyarakat miskin di Aceh setelah di tahun 2019 lalu, program tersebut telah ‘menerangi’ 5.844 rumah warga.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Mahdinur, mengatakan pada tahun ini pihaknya akan kembali menyalurkan listrik gratis untuk 920 rumah tangga miskin di enam kabupaten. Enam kabupaten itu adalah Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, Gayo Lues, Aceh Barat Daya dah Aceh Tenggara.

“Masing-masing rumah itu akan dipasangkan listrik dua amper,” kata Mahdinur,  Rabu (8/1).

Ads

Ia merinci bahwa untuk kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun dan Gayo Lues, akan disalurkan listrik bagi 200 rumah. Sementara ada 80 sambungan listrik bagi masyarakat Aceh Barat Daya serta 40 rumah di Aceh Tenggara.

Mahdinur menyebutkan pemerintah Aceh secara bertahap akan melakukan penyaluran listrik gratis bagi seluruh masyarakat miskin di seluruh Aceh. Ia menargetkan pada tahun 2022 mendatang seluruh masyarakat di Aceh sudah dapat menerima akses energi listrik.

“Harapan kita bantuan pemerintah tersebut bisa tepat sasaran,” kata Mahdinur.

Penyediaan listrik bagi keluarga miskin merupakan salah satu program Pemerintah Aceh yaitu Aceh Energi. Selama dua tahun pemerintahan Aceh Hebat, hampir 100 persen rumah sederhana di Aceh telah dialiri listrik, di samping juga beberapa kontrak industri energi yang telah diteken. [Fahzian/rel]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menganggarkan Rp1,39 miliar untuk pengadaan senjata api dan amunisi, yang digunakan dalam rangka mengamankan hutan Aceh dari ilegal logging. Senjata api itu akan digunakan Polisi Hutan (Polhut) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Sementara anggarannya diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Syahrial, membenarkan ada alokasi belanja sekitar Rp 1,39 miliar untuk pengadaan senjata api, amunisasi, brankas, dan gudang penyimpananya, tersebut. Ads “Polhut dan PPNS kita dilengkapi senjata tajam dan bayonet dalam menjalankan tugas berat dan penuh resiko di tengah rimba selama ini,” kata Syahrial saat dikonfirmasi, Selasa, 7 Januari 2020. Padahal, lanjut dia, Polhut dilatih di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Seulawah sebagai Polisi Khusus (Polsus), dan diberikan kewenangan oleh perundang-undangan menggunakan senjata api type tertentu untuk penagmanan hutan. Polhut Aceh pernah memiliki senjata api, namun karena Aceh dilanda konflik bersenjata, senjata api Polhut pun ditarik kembali oleh pihak Kementerian Kehutanan. Sejak itulah Polhut Aceh yang sebanyak 123 orang, PPNS 30 orang, dan Pamhut sebanyak 1770 orang itu, hanya bersenjata tajam dan bayonet dalam melaksanakan tugasnya. “Bertugas di tengah rimba raya tanpa senjata, selain penuh resiko, juga kurang efektif saat berhadapan dengan para pembalakan liar,” tegas Syahrial. Selengkapnya di www.kanalaceh.com #acehbarat #aceh #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehtimur #acehbesar #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #abdya #polisihutan #polhut #senjata #amankanhutan #hutan #hutanlindung #rimbaraya #polsus #senjataapi #bayonet #ppns #pamhut

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada

Ads