UMKM di Banda Aceh Meningkat Tajam

(ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Car Free Day (CFD) Banda Aceh yang diselenggarakan setiap pagi Minggu di Jl Tgk Daud Beureueh bukan hanya sekedar sebagai sarana menyehatkan warga kota.

 

Selain senam jantung sehat, live perfome anak-anak muda kreatif hingga menampilkan berbagai kesenian tradisional, ajang ini juga menjadi sarana dalam mendorong tumbuhkembangnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kutaraja.

Ads

 

“Pertumbuhan UMKM di Banda Aceh meningkat tajam. hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah UMKM di kota kita ini,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, di CFD edisi Minggu (26/1).

 

Sejak menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memang sangat konsen dalam mendorong sektor UMKM terus berkembang. Berbagai kebijakan dan program dibuat Pemko agar sektor ini lebih berdaya.

 

Dari sisi jumlah, diungkapkannya UMKM saat ini di Banda Aceh telah mencapai 12.012. Meningkat tajam dibandingkan tahun 2017 (9.591 UMKM) dan tahun 2018 (10.944 UMKM).

 

“Ini harus kita dorong terus agar semakin berkembang, baik dari sisi jumlah maupun kualitas produk. Seperti yang ada di sepanjang area CFD ini juga kita hidupkan. Setiap minggunya kita akan beli produk-produk ini. Nanti kita gilir per SKPK,” kata Wali Kota.

 

“Kita berolahraga disini, berkumpul bersama keluarga kemudian membelanjakan uang kita disini. Ketika butuh minum dan makan, kita sama-sama makan disini, produk dari warga kita sendiri,” lanjutnya.

 

Solusi Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

 

Aminullah kemudian mengungkapkan dampak positif dari tumbuh kembangnya UMKM. Katanya, keberadaan UMKM berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di ibukota.

 

“Komitmen Pemko menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, salah-satunya dari mendorong berdayanya UMKM. Semakin banyak UMKM yang berkembang maka akan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta. Inilah solusi nyata menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran,” ungkapnya.

 

Saat ini lanjutnya, angka kemiskinan dan pengangguran di Banda Aceh terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2018 saja, kemiskinan di Banda Aceh berada diangka 7,25 %, turun dari 7,44 % pada tahun 2017. 

 

Angka ini berbanding lurus dengan angka pengangguran yang saat ini berada di angka 7,29 %. Menurun jauh dari tahun 2016 yang berada di angka 12 %. [Fahzian/rel]

Ads