250 Rumah Tak Layak Huni di Subulussalam Direhab

(Kanal Aceh/Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Sosial merehab sebanyak 250 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), di tiga kecamatan yakni Kecamatan Rundeng sebanyak 130, kecamatan Penanggalan 10 dan Sultan Daulat juga sebanyak 10 RTLH.

Kepala Dinas Sosial Kota Subulussalam H Sanusi kepada kanalaceh.com, mengatakan bahwa kegiatan rehab RTLH yang bersumber dari dana DOKA Tahun 2019 itu berjumlah Rp 19.350.000 per rumah, tidak ada pemotongan, prosedur pelaksanaan pengrehapan itu juga sudah sesuai dengan aturan yang tertuang dalam juknis dan SK Wali Kota Subulussalam.

Bantuan rehab tersebut, kata dia merupakan dana stimulan atau rangsangan kepada masyarakat agar memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni menjadi layak. Kepada masyarakat penerima juga sebelumnya sudah disosialisasikan dan diverifikasi oleh tim pendamping, melalui data BDT yang melibatkan pihak desa dan muspika masing-masing.

Ads

“Kegiatan rehab RTLH itu saat ini sudah hampir selesai 100 Persen seluruhnya, semoga nantinya kita berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Kadis Sosial Sanusi di Gedung Setdako Subulussalam, Senin (27/1).

Masyarakat yang mendapat dana rehab stimulan itu, lanjut Kadis Sanusi, Pemerintah sangat melarang diperjual belikan, dialih namakan atau disewakan.

Dikonfirmasi kepada salah seorang masyarakat penerima bantuan, Doman Berutu (40) mengaku sangat berterimakasih kepada pemerintah kota yang sudah memberikan bantuan dana untuk merehab rumah miliknya.

“Kami senang dan sangat bersyukur, terimakasih kepada pemerintah kota Subulussalam yang sudah merehab rumah kami” Kata Doman saat ditemui wartawan di rumahnya yang sudah direhab.

“Kami mendampingi kelompok dalam pelaksanaan program ini mulai dari mendampingi menyiapkan proposal, sosialisasi, pelaksanaan, menyiapkan administrasi, SPJ, dan mengontrol kegiatan dari awal hingga selesai,” kata Yadi pendamping pelaksanaan rehab rumah di Kecamatan Penanggalan. [Tumangger]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, China saat ini masih bertahan di tempat tinggal masing-masing. Kondisi mereka saat ini juga baik-baik saja, dan tidak ada yang terdampak virus corona yang mewabah di Wuhan. Apalagi saat ini Pemerintah Aceh sudah menetapkan siaga 1 dan membuka posko untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh, yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. Seorang mahasiswa asal Aceh di Wuhan, Alfi Riyan mengatakan, keadaan mereka saat ini masih dalam kondisi baik. Meskipun, harus berkurung di dalam rumah. Pemerintah Aceh, kata dia juga sudah mengirim bantuan dalam bentuk uang, agar mahasiswa disana membeli makanan yang higienis. Baca: Ini 12 Daftar Mahasiswa Asal Aceh di Wuhan “Kita dalam keadaan stabil, dalam artian kita bertahan diri di kamar,” kata Alfi, Minggu (26/1). Pemerintah Aceh, lanjut dia terus mensupport dan memberi bantuan, untuk memesan makanan yang higienis. “Saat ini yang paling berdampak, kita telah menerima bantuan awal Rp 50 juta dan sudah kami terima langsung dari Pemerintah Aceh melalui bapak Nova,” ujarnya. Pemerintah Aceh juga sudah membuka dua Posko Siaga Wabah Virus Corona Wuhan, di China, masing-masing di Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Banda Aceh, dan di Kantor Penghubung Aceh di Jakarta. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, sesuai arahan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah,. Posko siaga itu untuk meningkatkan koordinasi antarlembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. “Anak-anak kita di Kota Wuhan maupun yang masih di kota-kota lainnya di China bisa mengabarkan kondisinya, dan begitu kondisi memungkin mereka segera kita fasilitasi pulang ke Aceh,” kata pria yang akrab disapa SAG. [Randi] #aceh#acehbarat #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #bandaaceh #abdya #china #virus #viruscorona #obat #antivirus #hiv #membunuh #korban #penyakit #pusat #tablet #NHC #pasien #beijing #bantuan #wuhan #tiongkok #mahasiswa

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads