Puluhan Kades di Subulussalam Sudah 6 Bulan Tak Terima Gaji

(Kanal Aceh/Tumangger)
--Ads--
loading...

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Puluhan Kepala Desa di Subulussalam datangi Gedung DPRK setempat, pada Senin (27/1).

Kedatangan puluhan Kades itu dalam rangka mengadukan nasib mereka yang sudah 6 bulan belum menerima honor atau gaji mereka dan perangkatnya.

Di kantor Dewan, Para kades itu disambut oleh beberapa Anggota DPRK yakni Fajri Munthe, Bahagia Maha, Ridho Bancin, Doly S Cibro, Samiun Jabat, Riduan dan Gusfri Maha Putra Pinem.

Ads

Kemudian, Dewan tersebut langsung menggelar rapat bersama kaban BPKD Salbunis, Kadis DPMK Abdul Saman Sinaga, pihak Inspektorat dan puluhan Kades tersebut di Ruang Banleg DPRK setempat.

Satu persatu para kades itu menyampaikan keluhan mereka diantaranya, Honor mereka beserta perangkat desa sudah 6 bulan belum dibayar, pagu indikatif anggaran desa tahun 2020 belum ada serta Perwal tentang Siskudes tahun 2020 juga belum dikeluarkan.

“Bagaimana kami menyusun RKP Desa, sementara pagu ADD belum kami ketahui, ditambah lagi sudah 6 bulan kami belum gajian, perangkat desa kami semua mengeluh,” kata salah seorang Kades dari Kecamatan Longkib.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRK Fajri Munthe yang memimpin rapat tersebut, menyampaikan arahan dan motivasi kemudian langsung mempersilahkan kadis terkait untuk menjawab semua keluhan para kades.

Soal Gaji Kades dan perangkatnya, Kepala BPKD Subulussalam Salbunis mengaku memang ada keterlambatan, hal itu diakibatkan karena hampir semua staf dikantornya merupakan orang baru sehingga lambat dalam prosesnya.

Namun Kata Salbunis, paling lambat pada bulan Maret 2020 gaji honor kades dan perangkat desa akan dibayarkan.

Soal Pagu Indikatif ADD Tahun 2020, kata Salbunis sudah selesai, tinggal menunggu tandatangan Wali Kota dan segera akan diinformasikan ke DPMK untuk ditindaklanjuti.

“Kepada para kades tetap bekerja sesuai poksi berikan pelayanan kepada masyarakat dan tetap menjaga komunikasi yang baik bersama dinas terkait, eksekutif maupun legislative,” kata Fajri Munthe mengakhiri pertemuan itu. [Tumangger]

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, China saat ini masih bertahan di tempat tinggal masing-masing. Kondisi mereka saat ini juga baik-baik saja, dan tidak ada yang terdampak virus corona yang mewabah di Wuhan. Apalagi saat ini Pemerintah Aceh sudah menetapkan siaga 1 dan membuka posko untuk meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh, yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. Seorang mahasiswa asal Aceh di Wuhan, Alfi Riyan mengatakan, keadaan mereka saat ini masih dalam kondisi baik. Meskipun, harus berkurung di dalam rumah. Pemerintah Aceh, kata dia juga sudah mengirim bantuan dalam bentuk uang, agar mahasiswa disana membeli makanan yang higienis. Baca: Ini 12 Daftar Mahasiswa Asal Aceh di Wuhan “Kita dalam keadaan stabil, dalam artian kita bertahan diri di kamar,” kata Alfi, Minggu (26/1). Pemerintah Aceh, lanjut dia terus mensupport dan memberi bantuan, untuk memesan makanan yang higienis. “Saat ini yang paling berdampak, kita telah menerima bantuan awal Rp 50 juta dan sudah kami terima langsung dari Pemerintah Aceh melalui bapak Nova,” ujarnya. Pemerintah Aceh juga sudah membuka dua Posko Siaga Wabah Virus Corona Wuhan, di China, masing-masing di Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Banda Aceh, dan di Kantor Penghubung Aceh di Jakarta. Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, sesuai arahan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah,. Posko siaga itu untuk meningkatkan koordinasi antarlembaga dalam mengambil sikap yang diperlukan dalam membantu warga Aceh yang masih tinggal di Kota Wuhan, atau kota-kota lainnya di Tiongkok. “Anak-anak kita di Kota Wuhan maupun yang masih di kota-kota lainnya di China bisa mengabarkan kondisinya, dan begitu kondisi memungkin mereka segera kita fasilitasi pulang ke Aceh,” kata pria yang akrab disapa SAG. [Randi] #aceh#acehbarat #acehgayo #acehtenggara #acehtimur #acehbesar #acehutara_lhokseumawe #acehsingkil #acehselatan #acehtamiang #bandaaceh #abdya #china #virus #viruscorona #obat #antivirus #hiv #membunuh #korban #penyakit #pusat #tablet #NHC #pasien #beijing #bantuan #wuhan #tiongkok #mahasiswa

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kanal Aceh (@kanalacehcom) pada