Antisipasi Corona, Sabang Minta BPKS Tunda Kedatangan Kapal Pesiar

Wali Kota Sabang, Nazaruddin. (Kanal Aceh/Arjuna)
--Ads--
loading...

Sabang (KANALACEH.COM) – Wali Kota Sabang, Nazaruddin meminta Badan Pengusahaan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), untuk menunda sementara kedatangan kapal pesiar ke Sabang.

Hal tersebut terkait antisipasi dari adanya penyebaran virus corona yang saat ini tengah marak dan telah menimbulkan kekhawatiran diseluruh Negara. Menurutnya, upaya pencegahan ini dilakukan bukan untuk menghambat datangnya para wisatawan asing ke Sabang.

Tapi, dengan adanya imbauan dari badan kesehatan dunia WHO agar seluruh negara lain yang belum terkena dampak penyebaran virus corona, untuk tetap waspada dan menghindari sementara waktu datang ataupun bepergian keluar negeri.

Ads

“Kita minta pihak BPKS menunda sementara waktu kedatangan kapal pesiar ke Sabang. Tidak ada maksud untuk menghambat, namun ini demi menjaga Sabang sebagai kota wisata aman dari penyakit virus corona yang saat ini sudah menyebar ke negara tetangga seperti Thailand, Singapura dan Negeri Jiran Malaysia,” kata Wali Kota Sabang, Nazaruddin saat dikonfirmasi, Rabu (12/2).

Untuk itu, pihaknya tidak ingin menimbulkan polemik dan rasa takut masyarakat Sabang terhadap wabah virus corona ini.

“Ini untuk menjaga masyarakat Sabang dari bahaya virus corona,” ujarnya.

Kabag Humas Pemko Sabang, Bahrul Fikri, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah konsolidasi dengan lintas sektor di Kota Sabang untuk mencegah jangan sampai virus ini masuk ke wilayah Sabang.

Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Kesehatan dan KB saat ini sedang menyusun Tim Gerak Cepat (TGC) yang melibatkan seluruh lintas sektor terkait di Kota Sabang, tim tersebut dipersiapkan untuk kesiapsiagaan jika virus corona dicurigai telah terjadi suspect di daerah Aceh.

Kemudian, untuk ruang isolasi suspect juga telah disiapkan beberapa kamar di RSUD Sabang dan Rumah Sakit J. Lilipory.

kapal pesiar (cruise) MS. Artania akan berlabuh di Sabang pada Minggu, 16 Februari 2020. Kapal itu akan mengangkut 1.200 penumpang dan 502 crew kapal.

Kapal itu mengangkut wisatawan dari 16 negara di Eropa. Warga Jerman merupakan penumpang paling banyak yaitu 868 orang.
Selebihnya dari Swiss, South Africa, Belanda, Norwegia dan negara Eropa lainnya. (DA)