Detik-detik Rumah Kepala ULP Aceh Digranat OTK

Ilustrasi

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Rumah kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, Sayid Azhary di granat oleh orang tidak dikenal. Peristiwa itu terjadi pada, Jumat (20/3), sekitar pukul 19:15 WIB di kediamannya di Meunasah Baet, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

Informasi yang diterima, atas insiden itu rumah bagian depan Sayid Azhary mengalami kerusakan. Di halaman rumahnya tampak kaca jendela berserakan, akibat dentuman ledakan granat.

Saat itu, hanya istri Sayid yang berada di rumah. Setelah mendengar suara ledakan, istri korban langsung menelepon korban dan kemudian menghubungi pihak kepolisian.

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto membenarkan insiden tersebut. Kata dia, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pihaknya kini masih mendalami kejadian pelemparan granat tersebut.

Dari dua granat yang ditemukan, hanya satu yang meledak. Sementara, satunya tidak. “Tim masih olah TKP, diduga granat, tapi menurut warga hanya satu kali bunyi ledakan,” kata Trisno saat dikonfirmasi.

Kini, rumah kepala ULP Aceh itu dijaga oleh pihak kepolisian. Dan juga police line di pasang di area rumah korban. [Rand]

 

View this post on Instagram

 

Aceh Besar (KANALACEH.COM) – Manajemen Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) menerapkan konsep pembatasan sosial atau social distancing, di bandara-bandara yang dikelolanya guna mencegah penularan COVID-19. Implementasi social distancing dilakukan dengan mengoptimalkan ruang yang ada di terminal untuk menciptakan jarak yang dianjurkan bagi penumpang pesawat, khususnya di area-area tempat berkumpulnya penumpang pesawat. Contoh penerapan social distancing itu, antara lain melalui penempelan sejumlah garis kuning di lantai yang masing-masing berjarak 1 meter sebagai penanda batas antrian bagi penumpang pesawat. Ads “Adanya garis kuning itu membuat setiap penumpang berdiri dengan jarak yang aman di setiap titik-titik antrian agar meminimalir risiko penyebaran COVID-19,” ujar Executive General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh Indra Gunawan dalam keterangannya, Kamis (19/3). Adapun garis kuning tersebut misalnya ditempel di lantai menuju pos pemeriksaan keamanan (security check point/SCP), serta di lantai fixed bridge dan garbarata guna memisahkan jarak penumpang saat antrian ketika proses naik pesawat (boarding). Tidak lupa, melakukan penataan kembali kursi di ruang tunggu (boarding lounge) dengan mengutamakan jarak yang cukup di antara penumpang. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #bandarasim #bandara #boardinglounge #penumpang #socialdistancing #keamanan #covid_19 #corona #pencegahan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads
Artikel SebelumnyaAntisipasi Lonjakan Pasien Corona, RSUZA Tambah Ruang Isolasi
Artikel SelanjutnyaCegah Corona, Kaum Ibu Diminta Kurangi Aktivitas Belanja di Pasar