Cegah Corona, Aceh Singkil Perketat Pengawasan di Perbatasan

Bupati Aceh Singkil cek kesiapan posko di perbatasan. (Kanal Aceh/Khadafi)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melakukan pembatasan keluar masuk orang melalui jalur darat, maupun laut ke Kabupaten Aceh Singkil sejak mewabahnya virus corona.

Posko terpadu gugus tugas percepatan penanganan covid-19 dibentuk di setiap jalur masuk dan keluar Aceh Singkil. Posko lintas darat meliputi di perbatasan Danau Paris dan Suro, sementara dari jalur laut posko berada di pelabuhan.

Bupati Aceh Singki, Dulmusrid bersama tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 meninjau posko yang berada di perbatasan Suro dan Danau Paris, Kamis (2/4).

Ads

Bupati bersama tim ingin memastikan pelaksanaan pengawasan dan pembatasan keluar masuk orang dengan lancar.

Di posko terpadu perbatasan Suro, Bupati Dulmusrid sempat dicek suhu tubuhnya oleh petugas. “Suhunya 36,7 derajat celcius, masih normal,” kata Tanti, salah seorang petugas medis.


Menurut Tanti, kebanyakan yang lewat dan sudah diperiksa merupakan mahasiswa yang pulang kampung baik dari Medan maupun Banda Aceh. “Selama pos dibuka, dari daftar sudah ada sekitar 120 an orang yang diperiksa, dan belum ada yang dicurigai virus corona,” katanya.

Sementara di perbatasan Danau Paris, menurut salah seorang petugas yang berjaga, dari warga yang melintas menemukan tiga orang pelintas yang setelah dicek suhunya diatas 38 derajat celcius.

“Dua orang diantaranya disuruh pulang ke Tapanuli Tengah, sementara seorang merupakan warga setempat dan sudah disarankan ke puskesmas terdekat,” ujarnya.

Dengan posko yang berada di perbatasan, kontrol masyarakat yang ingin masuk ataupun keluar ke Kabupaten Aceh Singkil akan lebih mudah.

Harapannya, petugas yang berjaga akan lebih terbantu dalam melakukan pembatasan orang keluar masuk.

“Jadi tetap siapa pun orang yang ingin masuk ke Aceh Singkil akan dibatasi, begitu juga bagi masyarakat Aceh Singkil yang ingin keluar daerah juga sementara ini diminta untuk ditunda,” kata Dulmusrid. [Khadafi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM)- Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Banda Aceh, melakukan langkah kreatif dengan menciptakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Face Shield Mask atau pelindung wajah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian para pelajar SMK Negeri 2 Banda Aceh dalam membantu mencegah penyebaran virus corona di Kota Banda Aceh. Pelindung wajah ini diproduksi sendiri oleh pelajar di sekolah tersebut, untuk dapat dipergunakan oleh tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri menyampaikan saat ini pelindung wajah sangat dibutuhkan, untuk melindungi tenaga medis agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui cipratan batuk dan bersin dari pasien pada saat mereka bekerja. “Face Shield Mask ini merupakan salah satu perangkat APD (Alat Pelindung Diri) yang selalu digunakan tenaga medis saat menangani pasien yang terduga atau sudah terpapar Covid-19 atau Virus Corona,” katanya, Kamis (2/4). selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #smk #kreatif #inovatif #kesehatan #ADP #pelindungdiri #dokter #rumahsakit #cegahcorona

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads