Bandara SIM Kurangi Jumlah Penerbangan, Jadi 5 Kali Per Hari

Penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar melewati ruang pengukuran suhu badan dan penyemprotan disinfektan, Kamis 2 April 2020. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Manajemen Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, membatasi waktu dan jumlah penerbangan dari tanah rencong. Hal ini, guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Pihak manajemen hanya mengurangi tiga penerbangan dari biasanya sebanyak delapan kali penerbangan per hari. Sehingga, saat ini hanya lima peenerbangan yang diizinkan.

Selain itu, waktu operasional juga dibatasi, yang awalnya mulai Pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB menjadi pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Executive General Manager Bandara SIM, Indra Gunawan pihaknya tetap siaga penuh, melayani berbagai penerbangan termasuk pengangkutan cargo bantuan alat alat medis dan kesehatan, penanganan kesehatan hingga pengangkutan sampel infection substance Covid-19.

Ads

“Sekarang penerbangan hanya 5 fligh saja, berkurang 3 dari biasanya. Selain penerbangan sipil, Bandara SIM siaga penuh mengantisipasi adanya alternatif untuk pendaratan darurat dan penerbangan yang mengangkut sampel infection substance Covid-19 serta pintu bagi penerbangan yang mengangkut logistik ke Aceh,” kata Indra saat dikonfirmasi, Senin (6/4).

Indra mengatakan setiap personel yang bertugas di bandara dibekali dengan prosedur-prosedur pencegahan penyebaran Covid-19. Kemudian melaksanakan protokol penanganan Covid-19 di area dan transportasi publik sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

Protokol tersebut, kata dia secara konsisten dijalankan oleh PT Angkasa Pura II hingga hari ini dan seterusnya sampai virus corona hilang. “Dengan menjalankan protokol tersebut kami berharap bandara SIM dapat turut memutus mata rantai penyebaran sekaligus mendukung upaya dalam mengatasi COVID-19,” ujar Indra Gunawan.

Sementara itu, data akumulatif Covid-19 di Aceh berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dari 23 kabupaten/kota. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga saat ini terus bertambah. Hingga Minggu (5/4), jumlah ODP mencapai 1.228 di Aceh.

Hal ini tidak terlepas dari jumlah kedatangan warga dari berbagai daerah terjangkit di Indonesia dan sejumlah negara ke Aceh. Untuk itu, mereka yang berstatus ODP diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Berlangganan untuk mendapatkan informasi terupdate dari kami Unsubscribe from updates Aceh Timur (KANALACEH.COM) – Satu ekor bangkai Gajah Sumatera kembali ditemukan warga di Dusun Kerung Baung, Desa Peunaroen Lama, Aceh Timur, tepatnya di hutan produksi yang berada di sekitar dusun tersebut. Dari hasil pengecekan lapangan oleh tim CRU Serbajadi yang ikut serta saat olah TKP, diketahui bahwa gajah mati tersebut di kawasan Hutan Produksi, kondisi bangkai gajah telah membusuk dengan perkiraan umur 1,5 tahun berjenis kelamin betina. “Anak gajah tersebut diperkirakan mati sekitar satu bulan yang lalu. Di sekitar penemuan bangkai anak gajah tidak ditemukan adanya benda-benda yang mencurigakan atau yang menyebabkan kematian anak gajah,” kata Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto dalam keterangannya, Minggu (5/4). Selanjutnya BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polsek Peunaroen terkait proses penanganan kematian anak gajah tersebut. Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #gajah #mati #tewas #satwaliar #kebun #hutan #perkampungan #pemukiman #penduduk

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads