Pemko Banda Aceh Batalkan Semua Kegiatan Pariwisata

Festival Sepeda Ontel se Sumatera Ajang Tingkatkan Kunjungan wisata. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata membatalkan semua kegiatan yang masuk kalender kepariwisataan di ibu kota Provinsi Aceh sepanjang 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar di Banda Aceh, Kamis, mengatakan pembatalan semua kegiatan tersebut sebagai dampak virus corona atau COVID-19.

“Semua kegiatan pariwisata di antara berbagai festival maupun pentas seni budaya yang mengumpulkan orang banyak terpaksa dibatalkan karena COVID-19,” kata Iskandar seperti dilansir laman Antara.

Ads

Iskandar mengatakan saat ini semua kegiatan difokuskan pada penanganan pencegahan penyebaran COVID-19. Begitu juga anggarannya, digeser untuk penanganan dan pencegahan virus corona.

“Termasuk rangkaian kegiatan memeriahkan hari ulang tahun ke 815 Kota Banda Aceh pada April ini, juga dibatalkan. Artinya, semua kegiatan pariwisata yang mengumpulkan orang dibatalkan,” kata Iskandar.

Sebelumnya, Iskandar menyebutkan ada 16 kegiatan pariwisata yang masuk kalender pada 2020. Beberapa kegiatan sudah dilaksanakan sebelum pandemi COVID-19, di antaranya maulid akbar, balap motor lintas alam dan festival sepada ontel.

Sedangkan kegiatan lainnya yang dibatalkan di antaranya festival kopi saring bagi generasi milenial, pawai budaya yang diikuti semua komunitas, pameran bertajuk Banda Aceh Expo 2020.

Kemudian, festival mi Aceh, kompetisi “food truck” atau truk kuliner, konvoi motor besar, festival kopi, hingga lomba memancing, serta beberapa kegiatan pariwisata lainnya.

“Kami berharap pandemi COVID-19 ini segera berlalu dan sehingga sektor pariwisata di Kota Banda Aceh kembali hidup. Pandemi COIVD-19 ini sangat dirasakan dampaknya mereka yang bekerja di sektor pariwisata,” kata Iskandar. []

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Pemerintah Aceh mengaktifkan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) milik Kementrian Kesehatan, di Kawasan Lambaro, Aceh Besar, Kamis (16/4). Meski sudah difungsikan cairan kimia untuk tes virus berupa reagen masih terbatas. Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan lab PCR tersebut sudah disertivikasi oleh Kementrian Kesehatan, dan dinilai layak untuk melakukan tes swab pasien yang terindikasi terpapar virus corona. Apalagi alat yang tersedia sudah lengkap. Hanya saja, kata Nova, cairan reagen yang didapatkan hanya 80 sample yang diperuntukkan test swab pasien. Dan dua sudah terpakai saat peresmian lab PCR tersebut. Aktifnya lab itu, bisa mempersingkat waktu pengujian tes swab, yang selama ini dikirim ke Balitbangkes di Jakarta. “Lab ini sudah layak digunakan, bahannya yang agak lama, Reagen. Tapi dengan hari ini sudah launching dan dua sudah dilakukan tes swab dari 80 reagen yang tersedia,” ujar Nova. Pihaknya saat ini sedang berusaha untuk mencari jaringan distributor reagen, baik yang ada di negara Jerman maupun di negara yang memproduksi cairan kimia untuk tes virus itu. Agar, satu lagi lab PCR yang berada di Universitas Syiah Kuala, juga bisa difungsikan. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #pemerintahaceh #laboratorium #PCR #kemenkes #tesvirus #cegahcorona #covid19 #lawancovid19 #masyarakat

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on