Tak Larang Meugang, Wabup Aceh Singkil Harap Warga Tetap Jaga Jarak

Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali. (Kanal Aceh/Khadafi)
--Ads--
loading...

Aceh Singkil (KANALACEH.COM) – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil tidak melarang tradisi jual daging sapi/kerbau massal (meugang) menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriyah, untuk menghindari warga terinfeksi virus corona (COVID-19).

“Kita tidak bisa melarang sebuah tradisi (meugang), cuma kita menghimbau atau mengajak supaya disesuaikan dengan kondisi saat ini,” kata Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali di ruang kerjanya, Senin (20/4).

Seperti diketahui, tradisi meugang (penjualan daging sapi/kerbau secara massal) adalah tradisi masyarakat di Aceh menyambut bulan suci ramadhan, hari raya Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha.

Ads

Dalam tradisi ini, setiap masyarakat selalu membeli daging sapi atau kerbau yang dijual oleh pedagang di pasar, untuk menyambut datangnya bulan mulia dan hari besar umat Islam oleh masyarakat di Aceh.

Untuk itu Sazali menghimbau dalam rangka meugang, masyarakat diminta agar selalu waspada, menjaga kebersihan diri dan tetap menjaga jarak agar terhindar dari wabah ini.

“Khusus kalau di Aceh Singkil, tradisi meugang tidak semeriah di Kabupaten di Aceh lainnya,” imbuh Sazali.

Sementara untuk terkait pemotongan daging meugang, Wabup meminta kepada pedagang agar memotong sapi atau kerbau dari lokal Aceh Singkil, guna menghindari pasokan sapi dari daerah zona merah penyebaran Covid-19.

“Kalau pemotongan pas meugang ini kan biasanya gak banyak sapi yang dipotong, cukup dengan sapi lokal, juga kita minta Dinas Peternakan untuk melakukan pemeriksaan,” pungkas Sazali. [Khadafi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Tim gabungan gugus tugas Covid – 19 Aceh bersama Polresta Banda Aceh melakukan kegiatan rapid test di kawasan Pantai Ulee – Lheue, Banda Aceh, Minggu Sore (19/4). Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kompol Juli Effendi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada warga yang berada di Kota Banda Aceh yang terpapar virus corona. “Kegiatan Rapid Tes ini dilakukan guna melakukan pengecekan apakah ada warga yang selama ini berada di Kota Banda Aceh terpapar Covid – 19, dan ini dilakukan dengan cara pengetesan darah para warga masyarakat sekaligus mensosialisasikan tentang pencegahan dan memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di Aceh terutama dalam Kota Banda Aceh,” kata Juli Effendi. Hanya 16 orang pengunjung yang bersedia untuk dilakukan rapid test yang dilakukan tim medis lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD). Sementara itu, Ketua Bidang Preventif Tim Pakar Covid – 19 IDI Wilayah Aceh, Ihsan mengatakan, lokasi yang dipilih ini merupakan tempat berkumpulnya warga yang kurang mematuhi arahan dari IDI dalam pemakaian masker, dan menjaga jarak atau Physical Distancing. selanjutnya baca di www.kanalaceh.com #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #jagajarak #physicaldistancing #sosialdistancing #pakaimasker #cegahcorona #rapidtest #pengunjung #ulelheu #arahan

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on