Desa Mata Ie Abdya Sisihkan Pendapatan BUMG Untuk Santuni Anak Yatim

(Kanal Aceh/Jimi Pratama)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Bulan suci ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat manusia. Di bulan ini umat islam diseluruh antero dunia berlomba-lomba beribadah dan bersedekah kepada yang layak.

Seperti perangkat Desa Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang membangun silaturahmi antar warga dengan berbuka puasa bersama seraya menyantuni anak yatim, terlebih menjelang lebaran.

“Kegiatan seperti ini sudah menjadi rutinitas desa setiap tahunnya. Yang ingin kita capai adalah mempererat silaturahmi dan berbagi dengan anak yatim,” kata Nasruddin, Kepala Desa Mata Ie, usai berbuka di Mushola Dayah Teumpeun desa setempat, Minggu, (17/5)

Ads

Nasruddin menjelaskan, Desa Mata Ie tidak mengutip santunan anak yatim dari masyarakat, namun BUMG menyisihkan dari sisa hasil usaha tahunan yang ditranfer ke rekening desa yang disebut dengan pendapatan asli desa (PAD) tahun 2020.

“Anak yatim yang kita santuni berusia dibawah 15 tahun,” sebutnya.

Lanjutnya, selain berbuka puasa bersama seluruh warga dan menyantuni anak yatim, kegiatan ini ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk Ismail yang berasal dari Aceh Selatan.

“Siap salat tarawih ada tausiah sebagai penutup kegiatan,” ujarnya.

Dirinya berharap, berkah dari kegiatan ini semoga masyarakat Desa Mata Ie dijauhkan oleh Allah dari segala marabahaya dan diberi keberkahan, serta diharapnya untuk sama-sama berdoa agar virus corona atau Covid-19 segera berlalu.

“Semoga virus ini segera berlalu dan masyarakat dapat mencari rezeki seperti sediakala,” katanya. [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – PT Trans Continent, Perusahaan pertama yang melakukan ground breaking di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong hengkang dari kawasan itu. Sejak kehadirannya pertama kali bulan Agustus 2019, PT Trans Continent mengaku hingga kini belum juga bisa bekerja karena aspek kepastian hukum tentang agreement tata kelola lahan KIA hingga infrastruktur yang dinilai buruk. CEO Trans Continent, Ismail Rasyid membenarkan pihaknya sudah keluar dari kawasan KIA Ladong. Kata Ismail, selama sembilan bulan pihaknya merugi, karena tidak adanya aktivitas apapun di kawasan itu. Sehingga, sembilan bulan terakhir PT Trans Continent mengalami kerugian hingga Rp 600 juta perbulannya, untuk biaya gaji karyawan dan cicilan alat berta yang telah mereka invest ke KIA Ladong. Ia juga menyoroti kinerja PT Pembangunan Aceh (PEMA) milik Pemerintah Aceh yang dinilai tidak jelas dalam menindaklanjuti keinginan PT Trans Continent untuk memabangun basic infrastruktur di KIA Ladong. “Untuk yang paling utama kepastian hukum (tentang agreement tata kelola lahan KIA) saja hingga sekarang kami belum ada, bagaimana mau tindak lanjut membangun dll – juga basic infrastruktur lainnya juga gak di tindak lanjuti oleh PEMA,” kata Ismail Rasyid, Sabtu (16/5). Selama sembilan bulan hadir di KIA Ladong, pihaknya sama sekali belum menghasilkan apapun, apalagi bekerja. “Saya biarkan hingga 9 bulan dan saya sudah sekian puluh miliar invest – jangankan menghasilkan, untuk bekerja saja belum bisa – tidak ada agreement dan juga infrastruktur,” ujarnya. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #perusahaan #industriceh #investasi #pekerja #hengkang #infrastruktur #fasilitas #perjanjian #PT

loading...

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads