Hari Kedua, 267 Orang dari Sumut Tak Diizinkan Masuk Aceh

Petugas gabungan razia diperbatasan Aceh-Sumut. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Hari kedua pelaksanaan larangan angkutan umum yang membawa pemudik dari Sumut ke Aceh terus bertambah.

Hari ini, dari data yang diterima dari Dirlantas Polda Aceh, sebanyak 131 unit kendaraan yang mengangkut 267 orang di suruh putar balik kembali Sumut.

Rinciannya ialah, 84 mobil pribadi dan 47 mobil angkutan umum. Penyekatan pembatasan mobil angkutan umum tersebut digelar diperbatasan Aceh- Sumut.

Ads

“Kendaraan yang diputar balik har ini Jumat, 22 Mei 2020 sebanyak 131 unit kendaraan yang mengangkut 267 orang,” kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani dalam keterangannya.

Empat daerah perbatasan yang menjadi forkus Polda Aceh ialah Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam dan Aceh Tamiang.  Di sana tim gabungan melakukan pemeriksaan kendaraan dan penumpang di masing-masing pos perbatasan.

Dalam pemeriksaan itu, tim gabungan memeriksa kendaraan roda dua serta empat. Setiap penumpang diminta turun lalu disemprot disinfektan serta ditanya riwayat perjalanan seminggu terakhir.

Sebelumnya, untuk mengantisipasi ledakan pemudik jelang lebaran, Polda Aceh memperketat pengawasan di perbatasan, untuk mengantisipasi masuknya bus yang datang dari Sumatera Utara ke Aceh.

“Mulai tanggal 21 Mei 2020, semua angkutan umum jenis apapun yang memasuki Aceh akan diputar balik kembali ke wilayah Sumut,” kata Dicky. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Blangpidie ( KANALACEH.COM) – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim menyalurkan bantuan berupa satu unit mesin cuci kepada Mailinda, salah satu korban kebakaran beberapa waktu lalu dijalan Ataqwa, Blangpidie, Rabu (20/5) Mailinda merupakan salah seorang janda yang menafkahi lima anak yatim dan dengan usaha Laundry tersebut dia menafkahi mereka. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ida Agustina Akmal kepada Mailinda dilokasi kebakaran. Sebelum terbakar, Kak Linda (sapaan Mailinda) membuka usaha jasa cuci pakaian atau yang lazim disebut Laundry diruko berkonstruksi kayu peninggalan almarhum suaminya, tempat ia menafkahi 5 orang putra-putrinya yang kini lenyap menjadi abu. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (14/5) lalu sekira pukul 15:50 WIB ruko berkonstruksi kayu itu tak mampu diselamatkan. Sehingga seluruh isi berbentuk usaha dagang tersebut ludes dilahap sijago merah. Sementara dua ruko lainnya hangus bagian atas. Ida Agustina saat menyerahkan bantuan mesin cuci tersebut mengatakan dengan bantuan ini dapat dipergunakan untuk mencuci pakaian. “Semoga bantuan ini sedikit untuk meringankan beban ibu, (korban),”kata Ida Agustina. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #kebakaran #janda #bansos #anakyatim #korban #mencuci #bantuan #ruko #usahalaundry

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads