Satu Pasien Positif Corona Asal Simeulue Sembuh

Sebagai ilustrasi: Tenaga medis pasien virus corona di Italia berpelukan untuk saling menguatkan. [Paolo Miranda/BBC]
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Satu pasien positif corona di Aceh yang berinisial AS (20), asal Simeulue dinyatakan sembuh. Meski ada yang sembuh, di saat bersamaan juga ada warga Aceh Tamiang yang kembali terkonfirmasi positif corona. Pasien berinisial MUK (51).

Juru Bicara Covid-19 Aceh. Saifullah Abdulgani mengatakan, hasil pemeriksaan terakhir sampel swab cairan kerongkongan dan cairan hidung AS di Balai Litbangkes Aceh, di kawasan Lambaro, Aceh Besar, menunjukkan negatif virus corona. AS juga telah meninggalkan ruang isolasi Pinere RSUZA Banda Aceh, hari ini.

AS awalnya dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 RSUZA Banda Aceh pada 13 Mei 2020, setelah pemeriksaannya dengan rapid test menunjukkan tanda reaktif, serta hasil pemeriksaan swab cairan kerongkongan dan hidungnya dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) juga konfirmasi positif Covid-19, pada 05 Mei 2020.

Ads

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AS merupakan salah seorang santriwan yang selama ini belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Temboro, Magetan, Jawa Timur. Ia pulang ke Simeulue bersama empat santri lainnya secara bergelombang pada 23 April dan 25 April 2020, dan langsung diisolasi di RSU di pulau itu.

“Alhamdulillah, setelah sekitar 10 hari dirawat Tim Medis Covid-19 RSUZA Banda Aceh, AS sudah negatif virus corona, dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya” kata pria yang akrab disapa dengan inisial SAG itu.

Sementara itu, lanjut Saifullah yang akrab disapa SAG ini, satu kasus baru Covid-19 Aceh dilaporkan berinisial Muk (51) merupakan warga Aceh Tamiang. Pada 18 Mei 2020, Muk datang sendiri ke IGD RSUD RSUD Aceh Tamiang karena memiliki gejala demam tinggi dan gejala batuk-batuk, setelah pulang dari Medan, Sumatera Utara.

“Hasil rapid test yang dilakukan RSUD Aceh Tamiang menunjukkan reaktif virus. Karena itu dilanjutkan dengan pengambilan swab cairan tenggorokan dan hidungnya untuk dikirim ke Laboratorium RT-PCR Balai Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar,” ucapnya.

“Muk tercatat sebagai kasus ke-19 penderita Covid-19 di Aceh,” kata SAG lagi.

Sementara itu, kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota per tanggal 22 Mei 2020, pukul 15.00 WIB. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 2.007 kasus/orang. Ada penambahan 3 kasus dibandingkan dengan kemarin.

“Dari 2.007 jumlah ODP , sebanyak 64 orang  masih dalam pantauan petugas kesehatan, 1.943 orang sisanya telah selesai menjalani proses pemantauan atau karantina mandiri,” kata SAG.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak bertambah, lanjut SAG, masih 101 kasus, dan semuanya telah sembuh. Kasus PDP meninggal di Aceh tercatat 1 kasus pada Maret 2020 lalu.

Sedangkan angka Positif Covid-19 di Aceh hingga saat ini tetap 19 orang, yakni 2 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan, 16 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dunia, juga pada Maret 2020, jelasnya. [Randi/rel]

 

View this post on Instagram

 

Jakarta (KANALACEH.COM) – Hari RayaIdul fitri 1441 Hijriah ditetapkan jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Penetapan ini dilakukan setelah Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat hari ini, Jumat (22/5). Hasil sidang isbat menyatakan bahwa hilal atau penentu datangnya bulan baru penanggalan hijriah belum tampak. Karena itu Ramadan digenapkan atau disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). Dua cara adalah hisab dengan perhitungan dan rukyat atau melihat langsung hilal. Kedua metode itu dinilai saling melengkapi. “Ketinggian hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk,” kata Menteri Agama Fachrul Razi di Kementerian Agama di Jakarta usai memimpin sidang Isbat. “Dari 80 titik tidak melihat hilal.” Untuk memantau kedatangan bulan baru, Kemenag mengerahkan petugas yang telah diambil sumpahnya untuk memantau hilal. Tercatat ada 80 titik pengamatan hilal di 34 provinsi. Salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah sudah memutuskan lebih dulu bahwa lebaran jatuh pada Minggu (24/5). Penetapan ini berdasarkan Ketetapan itu diambil berdasarkan hasil hilal hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #sidangisbat #lebaran #hariraya #idulfitri #hilal #ulama #ormas #hisabperhitungan #kemenag

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on