Sempat Positif, Hasil Swab Terakhir Pasien Asal Banda Aceh Kembali Negatif Corona

ilustarsi, pasien di rawat di rumah sakit. (Foto: Pontas.id)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kembali mengumumkan info terkini terkait kasus Covid-19 di Banda Aceh. Kabar baiknya, Banda Aceh kembali nihil pasien positif corona.

Hal tersebut dikonfirmasi dari pihak dinas kesehatan kota yang mengatakan pria asal Lamteumen Timur berinisial I (38) yang pada 27 Mei 2020 dinyatakan positif terinfeksi virus corona kini telah keluar hasil swab yang terbaru.

“Alhamdulillah, dari hasil yang kita terima, pria tersebut dinyatakan negatif dan sudah bisa pulang,” kata Aminullah dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Ads

Kata Aminullah, usai dinyatakan positif pada 27 Mei 2020 lalu, I telah menjalani dua kali tes swab, “hasil swab sebelumnya pada Sabtu (30/5) malam, hasilnya juga negatif,” ucapnya.

Ia pun sangat mensyukuri hal tersebut, pasalnya setiap daerah kini tengah mencoba pemulihan ekonomi, dengan berlakunya aturan Normal Baru.

“Perlu kita syukuri, dan lagi saya ingatkan jangan cepat merasa puas. Kita tetap harus mawas diri dan menjalankan protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah,” ujar Aminullah.

Untuk itu, di Banda Aceh jumlah pasien positif yang sembuh telah menjadi tiga orang. Sedangkan pasien dalam pemantauan (ODP) sebanyak 58 orang, dan PDP masih nihil atau belum adanya penambahan dari angka sebelumnya (16 orang). [Randi/ril]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Selama bulan Mei 2020, sekitar 95 kali kejadian bencana mengahantam wilayah Aceh. Dampak dari kerugian bencana itu mencapai Rp 32 miliar. Dari seluruh kejadian bencana yang berjumlah 95 kali itu, banjir mendominasi sebanyak 47 kali, terdiri dari kategori banjir, longsor, banjir bandang dan satu kali banjir rob. Bencana kedua paling banyak yaitu kebakaran pemukiman yakni sebanyak 24 kali, yang menghanguskan 28 unit rumah dan 14 ruko (warung). Angin Puting beliung terjadi sebanyak 15 kali kejadian, disusul oleh abrasi yang terjadi di beberapa kabupaten sebanyak 7 kali. Terakhir, gempa bumi sebanyak 2 kali kejadian yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Sinabang. Sementara itu, wilayah yang paling banyak mengalami kejadian bencana pada bulan Mei tahun 2020 ini adalah Kabupaten Aceh Besar sebanyak 12. Yang didominasi oleh angin puting beliung sebanyak 5 kali kejadian. Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Aceh Selatan Aceh Tengah dan Aceh Jaya. Banjir yang terjadi di Provinsi Aceh pada bulan Mei 2020 juga menyebabkan terendamnya 2.109 unit rumah warga, 70 hektar sawah, dengan total kerugian mencapai Rp 11,8 Miliar. Dengan korban terdampak berjumlah 2.237 KK, 4.974 Jiwa dari 183 Desa di 86 Kecamatan yang ada di Provinsi Aceh. “Total kerugian secara keseluruhan yang disebabkan oleh semua bencana di bulan Mei 2020 adalah Rp 32 Miliar,” kata Kepala BPBA Sunawardi dalam keterangannya, Rabu (3/6). Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #banjir #kerugian #mei #bpba #kebakaran #bencana #bencanaalam #banjirbandang #longsor

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads