Permintaan Surat Keterangan Bebas COVID-19 di RSUZA Meningkat

(Foto: SP/Joanito De Saojoao)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sejak diumumkannya pemberlakuan new normal dan gratis pemeriksaan Covid-19 di Aceh, jumlah pembuat surat keterangan bebas virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) meningkat drastis.

Perharinya, ada sekitar 70 hingga 80 orang mengajukan permintaan surat bebas Covid-19 ke rumah sakit pelat merah tersebut. Umumnya, mereka ingin menggunakan surat itu untuk bisa naik pesawat ke luar daerah dengan berbagai kepentingan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, Endang saat dikonfirmasi membenarkan adanya lonjakan permintaan surat bebas Covid-19. “Ya meningkat sehari ada 80 orang, umumnya mereka mau ke luar daerah, juga untuk bisa naik pesawat,” kata Endang, Rabu (10/6).

AdsPHP Dev Cloud Hosting

Peningkatan itu sudah terlihat sejak Pemerintah Aceh mengumumkan penggratisan rapid test dan test swab di setiap rumah sakit daerah di Aceh.

“Peningkatan itu sejak dinyatakan gratis oleh Pemerintah Aceh,” ujar Endang.

Ia juga menyebutkan, permintaan surat itu juga terjadi di beberapa rumah sakit di kabupaten kota yang ada di Aceh. “Di rumah sakit rujukan juga meningkat,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap agar warga yang berpergian ke luar daerah apalagi ke wilayah zona merah, harus memperhatikan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker dan selalu cuci tangan. [randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Fatimah (63), nenek peminta sedekah di Aceh Utara, Aceh, tewas digorok anak kandung sendiri. Sang anak, N (35), nekat membunuh ibu kandungnya gara-gara tak diberi uang untuk membeli rokok. “Pelaku N awalnya datang ke rumah ibunya untuk meminta uang sebesar Rp 300 ribu. Tapi ibunya katanya nggak punya uang lalu dia minta Rp 20 ribu untuk beli rokok. Namun karena tidak diberi juga, akhirnya dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Rustam Nawawi seperti dilansir laman Detik.com, Selasa (9/6). Berdasarkan pengakuan kepada polisi, N mengaku mendatangi rumah ibunya pada Senin (8/6) pagi. Dia memanjat dinding samping untuk masuk ke rumah. Begitu bertemu ibunya, N langsung meminta uang sebesar Rp 20 ribu. Namun karena tidak diberi, N pun berang hingga menggorok leher ibunya dengan pisau yang dibawanya. Usai beraksi, N keluar lagi lewat dinding lalu mencuci tangan. Tak lama berselang, dia menggedor pintu rumah saudaranya dan mengabari ibunya sudah tewas. Menurut Rustam, N sempat membuat alibi seolah-olah bukan dia pelaku pembunuhan tersebut. “Dari petunjuk awal serta pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik pelaku akhirnya mengakui perbuatannya, kasus ini masih dilakukan penyelidikan mendalam, dan tersangka sudah diamankan di Polres Aceh Utara,” jelas Rustam. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #nenek #digorok #pembunuhan #kejahatan #anakkandung #tersangka #penyelidikan #kepolisian #tewas

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads
Artikel SebelumnyaPulang dari Medan, Dua Warga Lhokseumawe Terkonfirmasi Positif Corona
Artikel SelanjutnyaKasus Korupsi Dermaga, Eks Bupati Bener Meriah Cicil Uang Pengganti Ke KPK