Cegah Corona, Polisi Bubarkan Musik Jalanan di Taman Bustanussalatin

(dok polresta Banda Aceh)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Personel Polresta Banda Aceh membubarkan kegiatan musik jalanan di Taman Bustanussalatin, karena dapat mengundang keramaian, Sabtu, 13 Juni 2020. Pembubabaran itu dilakukan aparat kepolisian dengan cara humanis.

Kapolsek Baiturrahman Iptu Tri Andi Dharma mengatakan, pembubaran acara musik jalanan tersebut dilakukan secara humanis.

“Kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah musisi jalanan tepatnya di simpang jam Taman Sari secara live, dan kegiatan tersebut tidak memiliki izin resmi serta dapat mengundang keramaian banyak orang,” sebut Andi dalam keterangannya, Minggu (14/6).

Ads

Selain mengundang orang banyak, kata dia kegiatan tersebut sangat menggangu arus lalu lintas bagi penguna jalan yang membuat kemacetan jalan, dan kegiatan tersebut juga tidak mengikuti prosedur protokol kesehatan dari pemerintah.

Kapolsek Baiturrahman melakukan koordinasi secara humanis dengan Cut Ratna, sebagai pelaksana kegiatan untuk menghentikan kegiatan live musik tersebut, karena akan mengundang berkumpulnya orang banyak ditengah Wabah Pandemi Covid-19.

“Kami juga mengatur arus lalu lintas bagi penguna jalan, yang mana sempat terjadi kemacetan di simpang pertigaan Taman Bustanussalatin. dan juga mensosialisasikan dan mengimbau agar selalu mematuhi peraturan pemerintah tentang protokol kesehatan,” pungkasnya. [Randi/ril]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Untuk menyambut era new normal, sekitar 50 persen hotel di seluruh Aceh mulai beroperasi kembali. Meskipun, tamu yang hendak menginap di hotel masih minim. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Aceh, Yusri Syamaun mengatakan, beroperasinya sebagian hotel di Aceh dikarenakan adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah, terkait aktivitas perjalanan baik melalui darat maupun udara. “Belum begitu aktif semua, tapi sudah mulai lah, sekitar 50 persen sudah ada yang buka,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6). Meski demikian, tamu yang hendak menginap di hotel masih minim. Baik dari lokal maupun dari luar Aceh. Sebab, warga masih enggan melakukan perjalanan ke Aceh. Padahal kata dia, Aceh salah satu provinsi yang tingkat penularan virus coronanya masih minim. Sehingga, ia berharap para pelancong tidak enggan datang ke Aceh. “Tamunya masih banyak kurang, jadi bukanya belum sempurna, kalau tamu luar belum ada. Orang masih takut-takut juga,” ucapnya. Menurutnya, beroperasinya kembali bisnis perhotelan di Aceh juga untuk membangkitkan perekonomian, yang dimana selama tiga bulan terakhir bisnis hotel di Aceh redup. Bahkan, sebagian hotel terpaksa tutup dan merumahkan karyawannya. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #hotel #perusahaan #karyawan #dirumahkan #phk #bisnis #dampakcorona #pandemiccorona #newnormal

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on