OTG Dominasi Jumlah Kasus Positif Corona di Aceh

Ilustrasi, pasien corona. (foto: pojoksatu)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM)  –Juru Bicara Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) merilis prevalensi kasus Covid-19 di Aceh, berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota, Senin (22/6).

Akumulasi kasus Covid-19 di Aceh sudah mencapai 49 orang. Jumlah yang sedang diisolasi dan dirawat di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota sebanyak 27 orang. Penderita Covid-19 yang sudah sembuh sebanyak 20 orang. Jumlah yang meninggal dunia dua orang, masing-masing pada 23 Maret dan 27 Juni 2020.

“Mereka yang diisolasi di rumah sakit saat ini umumnya Orang Tanpa Gejala (OTG) dan diuji swab secara berkala hingga hasilnya menjadi negatif berturut-turut dua kali,” tutur Saifullah yang akrab disapa SAG.

Ads

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di seluruh Aceh saat ini sebanyak 2.231 orang. Ada penambahan ODP baru sebanyak satu orang dibandingkan data kemarin, yang  berjumlah 2.231 orang.

“ODP dalam pemantauan Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota  sebanyak 115 Sedangkan sebanyak 2.116 orang sudah selesai menjalani proses pemantauan atau isolasi secara mandiri,” jelas SAG.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), lanjutnya, sebanyak 117 kasus. PDP yang sedang dirawat saat di rumah sakit rujukan Covid-19 kabupaten/kota saat ini sebanyak tiga orang. Sembuh sebanyak  113 orang. Sedangkan PDP yang meninggal di Aceh satu orang, dan meninggal pada 26 Maret 2020. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh memutuskan untuk memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hal itu dilakukan karena mulai terjadi penularan lokal di Ibukota Provinsi Aceh ini. “Setelah mendengar masukan dari seluruh unsur Forkopimda dan pemaparan dari kepala SKPK terkait, kita putuskan untuk memperketat lagi protokol kesehatan Covid-19,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai memimpin rapat Forkopimda di pendopo, Senin 22 Juni 2020. Protokol kesehatan dimaksud antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menyemprot disinfektan, hingga rapid test dan PCR. “Akan kita terapkan secara ketat di semua tempat mulai dari kantor pemerintahan, masjid, warkop, pasar, terminal, hingga pelabuhan untuk memutus rantai penyebaran virus,” katanya. Aminullah juga mengatakan Perwal wajib masker akan ditegakkan lagi. “Kita intensifkan razia masker mulai dalam minggu ini. Tak ada tawar-menawar lagi, di perbatasan yang tak pakai masker harus ‘balik kanan’ (dilarang masuk kota). Begitu juga di kawasan ramai pengunjung di dalam kota seperti pantai Ulee Lheue, wajib pakai masker,” kata dia. Sementara bagi pemilik usaha seperti warkop, pusat perbelanjaan, restoran, dan hotel, wali kota mewanti-wanti agar menerapkan protokol kesehatan dengan sungguh-sungguh. “Jika tidak patuh, izin usahanya akan kita cabut. Kita tidak boleh main-main lagi karena grafik kasus Corona semakin naik,” ujarnya. Di tempat yang sama, Kadinkes Banda Aceh Media Yulizar mengatakan per Minggu 21 Juni 2020, tercatat sudah delapan kasus positif Corona di Banda Aceh. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #ruangisolasi #rsuza #aminullah #walikota #ancaman #cegahcorona #warkop #cabutsuratizin #protokolkesehatan

loading...

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads