Gelapkan Uang Nasabah Rp 6,3 M, Karyawan Bank BRI Abdya Terancam 15 Tahun Penjara

RS, tersangka yang gelapkan uang nasabah bank BRI di Abdya. (Kanal Aceh/Jimi Pratama)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – RS (26) alias Vina oknum karyawati Bank BRI di Aceh Barat Daya (Abdya) terancam hukuman 15 Tahun penjara karena telah melakukan tindak pidana penipuan dan pengelapan uang nasabah.

Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Muhammad Nasution mengatakan, kasus itu berawal saat adanya laporan dari tiga nasabah terkait adanya praktik penipuan yang dilakukan RS. Ketiga nasabah itu melaporkan kerugian materi mencapai Rp 3,6 miliar.

Modus yang dilakukan RS yaitu mengiming-imingi nasabah dengan pemberian hadiah jika korban melakukan deposit. Namun, hadiah yang dinanti oleh nasabah yang telah menyetor tak kunjung ada. Sehingga mereka melaporkan RS ke polisi.

“Modus operandi yang dilakukan RS adalah dengan mengimingi-imingi para korban dengan pemberian reward atau hadiah dari uang yang diminta oleh tersangka, dalam hal ini bentuk deposit, dan lain-lain,” kata Muhammad Nasution saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).

Ads

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Muhammad Nasution, nasabah yang terjebak cukup banyak. Bahkan nominal uang yang digelapkan oleh RS sudah mencapai Rp 6,3 miliar. Ia menduga, masih banyak nasabah yang belum melaporkan kasus itu ke polisi.

“Semua masih dalam penyelidikan, nanti kami beritahukan semua termasuk apakah adanya korban dari pihak pejabat atau pengusaha di Aceh Barat Daya,” sebut Nasution.

Dari tangan RS, polisi turut menyita 5 kartu ATM BRI, satu unit mesin EDC, laporan transaksi koran nasabah, uang tunai, tiga unit hp dan satu mobil.

Akibat perbuatan itu, RS diancam dengan Pasal 46 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Junto Pasal 372 Junto Pasal 378 KUHPidana. Dengan ancaman 5 Tahun penjara dan paling lama 15 Tahun penjara.  [Jimi Pratama]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sekelompok perempuan yang tidak menggunakan jilbab dan berbaju ketat, membuat heboh warga saat bersepeda keliling kota Banda Aceh. Foto-foto dan video yang beredar di sosmed memperlihatkan sekitar 10 orang wanita bergowes ria. Menggunakan baju seksi senada berwarna pink dan tak menggunakan jilbab mengundang amarah warga. Di akun-akun sosmed, netizen juga ikut berkomentar dengan nada mengecam aksi tersebut. Merespon hal tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bereaksi keras atas kejadian tersebut. Ia meminta Satpol PP dan Polisi Syariat menangkap para pelaku dan digelandang ke kantor untuk diberikan pembinaan. Aminullah bilang aksi yang dilakukan wanita-wanita tersebut merupakan tindakan pelanggaran syariat Islam. “Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan mentaati aturan yang ada di kota ini,” kata Aminullah, Senin (6/7). Pihaknya juga sudah menginstruksikan Satpol PP dan WH untuk memanggil mereka dan dilakukan pembinaan. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #sepedaan #sepedasantai #perempuan #satpolpp #fashion #bajuseksi #pelanggaransyariat #normaislam #nilaiajaranislam

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on