Israel Padamkan Listrik Permukiman Warga Palestina

Presiden Palestina bekukan hubungan dengan Israel
Sayap militer Hamas ambil bagian dalam sebuah pertunjukan militer untuk memprotes alat detektor keamanan yang dipasang di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsa, di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 20 Juli 2017. Pemasangan metal detector tersebut telah menimbulkan kemarahan warga Palestina. (REUTERS)
--Ads--
loading...

(KANALACEH.COM) – Israel acap kali melakukan pemadaman listrik di Tepi Barat pada musim panas ini. Emad Omar (32 tahun), dan keluarga, merasakan pemadaman listrik di desa Nazlet Zeid yang merupakan bagian dari wilayah Jenin di Tepi Barat yang diduduki.

Di siang hari, saat Omar sedang berada di rumah orang tua dan ingin makan siang, listrik padam. Ketika diperiksa, ternyata diketahui penyebab padamnya rumah itu bukan berasal dari dalam rumah, melainkan dari luar. Di sekitar rumahnya pun demikian, banyak lingkungan yang mengalami pemadaman listrik.

“Kami menghubungi dewan lokal di Yaabad, kota sebelah tempat pasokan listrik, dan mereka mengatakan Israel telah memangkas aliran daya karena punya utang ke Perusahaan Listrik Israel (IEC),” kata Omar seperti dikutip dari laporan Middle East Eye, Jumat (10/7).

Ads

Keluarga Omar dan tetangga mereka mengalami pemadaman listrik selama tiga jam. “Itu mengerikan. Itu tengah sore, pada hari yang sangat panas,” kata Omar yang menambahkan iklim di Jenin cenderung jauh lebih panas daripada bagian lain di Tepi Barat.

“Periode waktu ini, dari siang hingga jam 3 sore, biasanya ketika orang pulang untuk beristirahat dari pekerjaan untuk tidur siang, istirahat, dan makan siang dengan keluarga mereka untuk menghindari panas,” katanya. Tetapi mereka terjebak di dalam kondisi tersebut dan tidak ada yang bisa dilakukan.

Begitu tanda satu jam berlalu, Omar dan penduduk desa lainnya mulai khawatir. “Semua daging, susu, dan produk lainnya di lemari es dan freezer kami mulai mencair. Semua anak mulai rewel karena mereka kepanasan, dan ibu dan ayah saya, yang sudah sangat tua dan memiliki masalah kesehatan kronis, mulai merasa sangat lelah.”

Kemudian listrik menyala tepat setelah pukul 15.00. Pemadaman ini memang hanya dilakukan satu hari. Namun, mereka mendengar pemadaman akan dilakukan setiap hari tanpa bisa diduga.

“Kami takut ini akan terus berlanjut. Orang tua dan anak-anak kita tidak bisa terus seperti ini. Kami tidak bisa hidup seperti ini,” ujar Omar.

Wali Kota Yaabad Amjad Atatra mengatakan, pemerintahannya tidak mendapat peringatan resmi dari Israel ketika mendengar desas-desus yang beredar bahwa Israel berencana memotong listrik ke Yaabad dan daerah sekitarnya. Dia juga kaget karena tidak biasanya terjadi pemadaman seperti ini, terlebih warganya rajin bayar listrik tepat waktu.

Kepala Otoritas Ketenagalistrikan Yaabad, Mohammed Abu Baker dengan keras membantah klaim Israel bahwa pemotongan itu dilakukan karena utang keuangan yang ditanggung perusahaannya. Otoritas Israel memberinya informasi bahwa pemadaman bergilir sedang diberlakukan karena ada penunggakan tagihan.

“Tetapi kami memiliki semua bukti di sini. Biasanya, apa yang akan kami lakukan adalah mengumpulkan pembayaran dari penduduk, mentransfernya ke Kementerian Pemerintah Daerah Palestina, yang kemudian akan mentransfer uang ke Israel,” kata Abu Baker.

Otoritas Listrik Yaabad, menyediakan listrik ke 19 kota dan desa di daerah Jenin dengan populasi hampir 55 ribu warga Palestina. “Kami telah dengan rajin menjaga semua pembayaran kami, sehingga untuk mengatakan pemadaman ini karena utang perusahaan adalah bohong,” kata Abu Baker. [republika]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ditpolairud Polda Aceh menangkap dua kapal yang diduga melakukan tindak pidana ilegal fishing di perairan Aceh. Dua kapal tersebut yaitu kapal KM RL GT 18 yang dinahkodai B (40) warga Aceh Utara dan kapal KM SY 7 GT 23 yang dinahkodai M (59) warga Aceh Jaya. “Kedua kapal ini diamankan pada 4 Juni 2020 di dua lokasi berbeda,” ujar Dirpolairud Polda Aceh, Kombes Pol Soelistijono dalam keterangannya, Kamis (9/7). Ia menjelaskan, kapal KM RL GT 18 diamankan personel Ditpolairud pada 4 Juli 2020 di perairan Banda Aceh. Bersama kapal, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 7 set jaring pukat pursie seine, ikan campuran sebanyak setengah fiber, alat navigasi, dan 1 bundel dokumen kapal. Sedangkan kapal KM SY 7 GT 23, kata Soelistijono, juga diamankan pada 4 Juli 2020, tetapi lokasinya di perairan Calang, Kabupaten Aceh Jaya. Bersama kapal, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sampan fiber, 1 bundel dokumen. Selengkapnya klik di www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #ditpolairud #poldaaceh #nelayan #ditangkap #perairan #pukatcincin #pelanggaran #diamankan #calang

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on