Update Corona di Aceh: 140 Positif, 8 Meninggal Dunia

Ilustrasi. (Foto: Liputan6)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACH.COM) – Pasien yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Aceh terus bertambah. Dilansir dari web resmi Dinas Kesehatan Aceh, jumlah pasien positif, Kamis (16/7) mencapai 140 orang. Bertambah 3 kasus dari hari sebelumnya.

Adapun tiga pasien tersebut berasal dari Bireuen 2, Banda Aceh 1. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif membenarkan adanya penambahan kasus positif hari ini.

Pasien tersebut berinisial RF dari Banda Aceh, RI dan MDU dari Bireuen. “Iya tambah 3, dua dari Bireuen dan 1 satu dari Banda Aceh,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ads

Sehingga, secara kumulatif, pasien positif corona di Aceh mencapai 140 orang. Dengan rincian, 66 sembuh, 66 dirawat di rumah sakit rujukan dan 8 meninggal dunia.

Sementara orang dalam kontak erat hari ini bertambah 9, secara kumulatif sebanyak 2326. Selesai masa pemantauan 2302 dan proses pemantauan 24 orang.

Sedangkan pasien kasus suspek hari ini. berjumlah 134. Dengan rincian 130 telah selesai pengawasan dan sudah dipulangkan, tiga dirawat dan satu meninggal dunia. [Randi]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyatakan jumlah penduduk miskin di Provinsi Aceh pada Maret 2020 mencapai 814 ribu orang atau 14,99 persen, rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan. “Penduduk miskin bertambah sebanyak lima ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2019 yang jumlahnya 809 ribu orang atau 15,01 persen,” kata Kepala BPS Aceh Ihsanurijal seperti dilansir laman Antara, Rabu (15/7) Dia menjelaskan, pada Maret 2020, rokok kretek filter menjadi penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan yakni 10,54 persen di perkotaan dan 11,32 persen di perdesaan. Komoditas berikutnya ialah ikan tongkol, tuna atau cakalang sebanyak 5,29 persen di perkotaan dan 5,49 persen di perdesaan. Kemudian, kata dia, untuk komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan seperti biaya perumahan yaitu 6,45 persen di perkotaan dan 5,03 persen di perdesaan. “Berikutnya yaitu bensin, yakni 3,62 persen di perkotaan dan 3,78 persen di perdesaan, dan listrik yaitu 3,09 persen di perkotaan dan 1,87 persen di perdesaan,” katanya. Selain itu, kata dia, selama periode September 2019 – Maret 2020, persentase penduduk miskin di Aceh yakni daerah perdesaan mengalami penurunan, sedangkan di perkotaan mengalami kenaikan. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #rokok #kretek #gariskemiskinan #pedesaan #perkotaan #pendudukmiskin #masyarakat #bps #rokokkretekfilter

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on