Aminullah Akan Sanksi Pemilik Usaha Jika Tidak Terapkan Protokol Kesehatan

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman. (ist)
--Ads--
loading...

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta Cafe-cafe dan swalayan untuk patuh serta disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Suasana semakin mengkhawatirkan, angka kasus positif Covid 19 di Banda Aceh terus meningkat. Mohon untuk sangat berhati-hati,” kata Aminullah dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Aminullah mengatakan, bagi warung kopi, cafe, warung nasi, restoran, dan usaha lainnya juga kembali lagi diminta untuk melaksanakan sistem take away.

Ads

“Mohon agar bisa dimaklumi bersama, kami minta masyarakat untuk melakukan gerakan ‘beli dan bawa pulang’ (take away) dengan tetap memperhatikan physical distancing,” katanya.

Jika tidak diindahkan oleh pemilik usaha, maka pemerintah akan menindak tegas, yaitu memberi sanksi berupa penutupan tempat usaha sementara waktu. “Bisa kita cabut izinnya. Dan saya minta petugas Satpol PP, Polisi, dan TNI untuk mengamankan kebijakan ini,” ujarnya

Disamping itu, ia juga meminta warga untuk menahan diri agar tetap berada di rumah saat ini.

“Saat ini kasus penularan Covid-19 di Aceh terus meningkat tajam. Semua orang harus banyak meluangkan waktu di rumah, menjauhi kerumunan dan kurangi aktivitas ke luar rumah jika tidak perlu,” ujarnya.

“Masih ada waktu untuk kita meminimalisir penyebaran virus ini. Dengan disiplin pakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” tambahnya lagi.

Aminullah pun berharap agar masyarakat terus bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini. Ia juga meminta masyarakat jujur dalam memudahkan proses tracing dari pasien positif. [Randi/ril]

 

View this post on Instagram

 

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Laboratorium Infeksi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh saat ini masih mampu memeriksa tes swab COVID-19 berbasis real time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk 3.000 orang kata pejabat di perguruan tinggi tersebut. “Kita prediksikan jumlah pemeriksaan berbasis RT PCR di Unsyiah dapat berjalan hanya untuk kurun waktu satu bulan saja menyusul stok bahan habis pakai unsyiah tersisa untuk 3.000 pemeriksa,” kata Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal seperti dilansir laman Antara, Selasa (4/8). Pernyataan itu disampaikannya menanggapi terancam berhentinya Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh untuk memeriksa sampel COVID-19 akibat habisnya bahan pendukung kesehatan. Ia menjelaskan stok bahan habis pakai yang ada di laboratorium Unsyiah yang tersisa saat ini untuk 3.000 pemeriksa yang diperkirakan masih bisa digunakan untuk satu bulan dalam kondisi normal. Ia menyebutkan setiap hari laboratorium Infeksi Unsyiah memeriksa sekitar 50-200 sampel dan kasus yang terjadi di Aceh dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan. Selengkapnya klik disini www.kanalaceh.com atau swipe story #bandaaceh #acehbesar #acehjaya #acehbarat #naganraya #abdya #acehselatan #subulussalam #acehsingkil #pidie #pidiejaya #bireuen #acehutara #lhokseumawe #acehtimur #langsa #acehtamiang #gayolues #acehtengah #benermeriah #sabang #pcr #swabtes #unsyiah #coronavirus #antisipasi #stokmenipis #kampus #teskesehatan #psbb

A post shared by Kanal Aceh (@kanalacehcom) on

Ads