Pemkab Abdya Akan Renovasi Rumah Remaja Bocor Usus Tarmizi

Wabup Muslizar sedang menanyakan kondisi Tarmizi remaja bocor usus dikediamannya. (Jimi pratama/Kanalaceh.com)
--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Rumah tak layak huni yang ditempati Suryadi warga dusun Lamkuta, Desa Kepala Bandar Aceh Barat Daya (Abdya) akan diupayakan dibantu oleh Pemkab setempat.

“Pembangunan rumahnya nanti akan dibantu melalui Baitul Mal, karena kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Wakil Bupati Abdya Muslizar, Sabtu (17/10).

Hal itu dikatakan Muslizar saat berkunjung dikediaman Suryadi ayah Tarmizi remaja 18 tahun penderita usus bocor akibat kecelakaan kerja disalah satu Doorsmer Blangpidie.

Ads

Sebelumnya rumah suryadi memang sedang dibangun melalui program BSP. Namun, pasca kecelakaan Tarmizi, rumah tersebut tidak dilanjutkan. Padahal rumahnya baru siap sekitar 40 persen.

“Ia nanti kita lanjutkan pembangunan rumah ini tapi dengan menggunakan anggaran lain,” sambungnya, pembangunan rumah Suryadi pun akan dilanjutkan melalui Baitul Mal pada bulan 11 November 2020.

Diberitakan sebelumnya Tarmizi remaja Dusun Lamkuta itu mengalami kecelakaan yang cukup parah akibat terjatuh saat bekerja sebagai pencuci kenderaan di salah satu Doorsmer Blangpidie.

Akibatnya, anak pasangan dari Suryadi dan Rosmiati ningsih (almarhumah) sebilah gagang penyapu alumanium menancap dibagian anus (pembuang kotoran). Sehingga menyebabkan usus korban hancur. Kejadian naas ini terjadi satu tahun yang lalu.

Dirumah sempit seluas 5 x 6 meter dirinya hanya tinggal dengan seorang ayah dan tiga bersaudara pasca di tinggal almarhum ibunda sejak 5 tahun lalu.

Sejak lima tahun terakhir dirinya menjadi sosok ayah sekaligus ibu dan sudah tidak bekerja karena harus merawat tarmizi.

Sementara itu kepala Baitul Mal Abdya Wahyudi Satria mengatakan, akan mencari solusi dengan anggaran bantuan sosial dari Bantul Mal ataupun santunan fakir Baitul Mal Abdya.

Dirinya juga mengapresiasi kepada seluruh dermawan yang sudah menyumbang atau yang menjenguk Tarmizi. Menurutnya, ini adalah tindakan yang sangat cepat tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.

“Saat ini kami juga sedang menggerakan donasi, namun hanya di yayasan kita SDIT dan SMPIT Rabbani Qur’an school saja,” ujarnya. [Jimi Pratama]