Tebing Pengaman di Desa Drien Jalo Patah Dihantam Banjir

--Ads--
loading...

Blangpidie (KANALACEH.COM) – Tanggul beton pengaman tebing sepanjang 20 meter di desa Drien Jalo, Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk dihantam banjir pada Jum’at (12/11).

Selain tanggul, infrastrukrur jalan hingga rumah warga juga terancam tersapu air.

Keuchik Drien Jalo pardianto mengatakan, peristiwa itu terjadi beberapa pekan yang lalu, sehingga mengancam keselamatan warganya.

Ads

“Meskipun sudah ditangani secara darurat, kita sangat khawatir dengan kondisi cuaca musim penghujan,” katanya.

Diceritanya, dulu sebelum tebing ini patah air tidak pernah meluap kedarat. Kalau sekarang lain lagi. Sungai tidak mampu menampung lagi menahan kuatnya arus.

“Tanggul ini dibangun pada tahun 2017, sekarang kita tangani dulu secara darurat dengan bambu,” sebutnya.

Padahal dirinya sudah sering mengusulkan untuk normalisasi, karna sungai sudah mengalami pedangkalan sampai sekarang belum juga terealisasi.

“Dimusrembang kecamatan sudah sering kita usulkan, jika tidak bisa kita berharap kepada pemerintah atau dinas terkait untuk dibuat kawat bronjong saja,” ungkapnya.

Setiap tahun desa harus membangun tanggul akibat diterjang banjir karna sering hancur jika memasuki musim hujan.

“Sungai ini pun sudah lama sekalali tidak dibersihkan, kalau tidak salah sudah 15 tahun mngkin juga pengaruh penyempitan sungai,” kata dia.

Sementara itu kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Abdya (BPBK) Amiruddin, menyebutkan kalau saat ini anggaran untuk perbaikan secara darurat sudah tidak ada lagi.

Maka dari itu pihaknya menyarankan keuchik untuk membuat permohonan kepada bupati mengenai kondisi tersebut.

“Buat saja surat permohonan, dikarnakan kalau di BPBK sudah tidak adalagi anggaran,” ucapnya. [Jimi Pratama]

Ads