Tahun Baru, Saatnya Perbaiki Cara Atur Keuangan

  • Whatsapp
Ilustrasi. (linetoday)

(KANALACEH.COM) – Pandemi mengajarkan kita pentingnya memiliki dasar keuangan yang kuat. Tidak perlu memiliki gaji besar dulu untuk mengatur keuangan pribadi.

Berapa pun gaji kita, memiliki anggaran yang cermat akan menyelamatkan kita dalam situasi sulit. Menyambut tahun baru, cobalah mulai memperbaiki anggaran pengeluaran pribadi sehingga kita bisa mencapai tujuan keuangan. Berikut ini ada lima tips sederhana yang dapat dilakukan kaum muda agar dapat mengatur keuangan dengan cermat dan mulai berinvestasi di masa pandemi.

  1. Menyiapkan dana darurat

Pendiri perusahaan keuangan Rainchq, Davinia Tomlinson mengatakan, penting sekali memilah tabungan dan menyiapkan dana darurat untuk peristiwa kehidupan yang tidak terduga.

“Tetap menabung dan menyisakan dana darurat karena tahun ini telah membuktikan kalau kita tidak akan pernah bisa terlalu tangguh secara finansial,” terangnya. “Memiliki simpanan uang tunai yang kuat sebagai cadangan akan memberikan ketenangan pikiran,” sambung dia.

Menurutnya, tempat yang baik untuk memulai investasi adalah dengan membuka rekening tabungan secara umum. Di sisi lain, pakar keuangan dan pendiri She Can Prosper, Diane Watson merekomendasikan agar kita memiliki rekening terpisah untuk menyisihkan uang. Dengan begitu, kita akan terbiasa menabung dalam jumlah tertentu, bukan hanya membelanjakannya.

  1. Mulailah berinvestasi dari kecil

Saat ini ada banyak aplikasi investasi di ponsel yang menawarkan investasi dengan biaya rendah dan mengarahkan kita ke opsi yang sesuai dengan keadaan. Diane juga menyarankan kita untuk mendaftar dana pensiun di tempat kerja jika tersedia. Mengikuti dana pensiun di kantor berarti atasan membayar dan kita memberikan kontribusi.

“Meskipun sepertinya masih lama dan mungkin bukan prioritas, itu adalah bagian integral untuk mulai menabung demi masa depan,” katanya.

Sementara itu, Holly Mackay, pendiri Boring Money setuju apabila berinvestasi bagi kaum muda dijadikan sebagai kebiasaan yang baik. Buatlah tahun 2021 sebagai tahun di mana kita menjadi investor, bahkan jika hanya dengan Rp 100.000 atau kurang dari itu, yang terpenting adalah mulai dulu.

Memahami dunia investasi tidak memerlukan kita menjadi ahli keuangan, tetapi mempelajari terminologi, mengetahui toleransi risiko, dan memiliki ide tentang apa yang ingin kita investasikan.

Apabila kita masih ragu untuk memulainya sendiri, mungkin bisa bicarakan hal ini dengan penasihat keuangan untuk mendapat kepastian tentang cara pendekatan investasi.

  1. Pikirkan tentang saham

Saham adalah salah satu cara paling hemat pajak untuk berinvestasi dan dengan tingkat suku bunga rendah. Ditambah, adanya inflasi berarti tabungan tunai tidak mungkin menghasilkan pengembalian yang signifikan.

Investasi pasar saham memungkinkan uang bekerja sekeras kita bekerja untuk mendapatkannya.

Meski begitu, Davinia menjelaskan, bahwa tetap ada risiko yang terkait dengan investasi. Jadi, sebaiknya lakukan riset sebelum kita memulainya. “Pastikan juga kita bersedia mengambil pandangan jangka panjang dan jangan berharap untuk menjadi kaya dalam semalam,” ujarnya.

  1. Siapkan rencana membeli properti

Cari tahu berapa banyak properti yang akan dijual di lokasi target kita dan bicarakan dengan agen lokal untuk melihat apa yang realistis berdasarkan waktu kita akan membelinya.

“Lihat berapa banyak cicilan yang dibutuhkan dan hitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk menghasilkan uang tunai,” kata Davina.

Tetaplah berpikiran terbuka. Apakah properti itu dimaksudkan sebagai investasi atau kita berencana untuk tinggal di dalamnya? Jika kita ingin membeli, maka kita perlu menilai potensi investasinya dari sudut pandang yang berbeda dari rumah yang akan berfungsi sebagai hunian.

Apabila properti tersebut dimaksudkan sebagai investasi, ingatlah bahwa diversifikasi adalah kuncinya. Jadi, kita sebaiknya memiliki jenis investasi lain seperti saham.

  1. Investasikan uang dalam kebiasaan yang baik

Hentikan pembelian impulsif yang sebenarnya tidak diperlukan. Mengingat hampir semua orang beralih ke belanja online selama masa pandemi ini. Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa lebih dari 58 persen persen orang berusia 18 hingga 24 tahun mengalami masalah dengan skema sekarang-bayar-nanti.

Sebanyak 57 persen dari skema ini mendorong pengeluaran berlebih. Maka dari itu, salah satu cara untuk menahan pembelian impulsif adalah dengan menunda pembelian untuk jangka waktu tertentu.

“Mulailah menerapkan kedisiplinan pada kebiasaan belanja kita dan tetapkan anggaran yang sesuai untuk tujuan tertentu,” jelas Davinia. “Tapi juga sediakan ruang dalam anggaran kita untuk kesenangan menikmati hidup,” lanjut dia. [Kompas]

Related posts