Kisah Yana dan Yani dari Jualan di Kampus hingga Punya Butik

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Setiap usaha pasti membuahkan hasil. Seperti kisah Yana dan Yani yang dulunya berjualan baju di kampus dan door to door ke tetangga dan teman dekat, kini baru saja membuka gerai butik di Banda Aceh.

Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan langkah Yana dan Yani untuk mengembangkan bisnis pakaian di ibu kota provinsi Aceh. Kakak beradik ini meresmikan She Neo House di Banda Aceh pada Rabu (20/1) yang pemotongan pita dilakukan oleh Darwati A Gani, anggota DPRA.

Sebelum melakukan ekspansi ke Banda Aceh, bisnis fesyen sudah digeluti Yana dan Yani sejak 2007 di Kota Lhokseumawe. Keduanya memulai usaha jualan baju secara door to door ke tetangga dan teman dekatnya.

“Awal mula merintis ini 2007 silam belum heboh sosmed. Jadi sebelum memutuskan buka toko, door to door dulu ke teman-teman kuliah dan tetangga. Baju kampus, kemeja dan celana yang belanja di Kota Medan. Ternyata peminatnya lumayan, apa yang dibawa selalu habis,” ujar Yana, Kamis (21/1).

Seiring waktu berjalan dan melihat ada potensi bisnis fesyen yang digelutinya, Yana dan Yani kemudian berinisiatif untuk membuka toko. Mereka juga merambah media sosial (medsos) untuk promosi bisnis pakaian.

“Seiring sudah mulai promosi di media sosial, jadi pembelinya itu sudah dari mana saja. Ada yang dari Bali, Kalimantan, Sulawesi, seiring jualan online,” sebutnya.

Ia menyebut, Kota Banda Aceh menjadi tempat pengembangan usaha mereka yang pertama yang dimulai sejak 2017 lalu. Hanya saja kini dua kakak beradik ini mulai mandiri.

“Sekarang kami buka masing-masing, sudah nggak kolaborasi lagi berdua. Karena Yani juga pingin mengembangkan sayapkan di Banda Aceh,” kata Yana.

“Jadi yang baru ini new concept, berdiri masing-masing tapi di satu tempat. Makanya terbentuk branding She Neo House,” lanjutnya.

Yana menceritakan, inisiatif awal keduanya membuka usaha di Kota Banda Aceh karena ingin bisnisnya berkembang. “Tujuan pertama buka cabang di Banda Aceh. Insyaallah bakal dapat pasar yang kita inginkan,” sebutnya.

Meski di tengah situasi pandemi COVID-19, Yana dan Yani tetap optimis dengan bisnis fesyen. Sebab kebutuhan masyarakat terhadap baju tetap ada.

“Di masa pandemi ini memang semua bisnis mengalami penurunan. Tapi alhamdulillah masih standar lah, masih lancar dan jalan,” jelas Yana.

“Sekarang normal omzet kurang lebih tiga sampai empat ratus juta sebulan, tapi pingennya lebih lagi. Karena melihat perkembangan online saat ini harusnya lebih dahsyat lagi,” lanjutnya.

Menurutnya, bisnis pakaian yang fashionable salah satu yang menjanjikan. “Karena saya sudah lumayan lama berkecimpung, jadi memang sudah dunianya. Semoga bisa buka cabang di daerah lainnya, bisa lebih maju dan sukses lagi,” ujar Yana.

Burni Telong Festival

Related posts