27.1 C
Banda Aceh

Empat Anak Janda Miskin di Subulussalam Terima Bantuan

Headline

- Advertisement -PHP Dev Cloud Hosting

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Merawati alias bunda Mera memberikan bantuan kepada anak berusia 8 tahun yang tidak bersekolah karena kurang mampu.

Mereka adalah Diana (8), Khairul (7) dan Fahri (4) anak dari seorang janda bernama Amal Baktiah, warga Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, kota Subulussalam.

Bunda Mera bercerita, berawal dari informasi adanya anak yang ditemukan di Jalan Malikulsaleh, lalu kemudian anak itu dibawa oleh seorang warga ke mapolsek Simpang Kiri untuk diamankan.

- Advertisement -

Kemudian, oleh Kapolsek Simpang Kiri Arianto, langsung mengirimkan pesan berantai di whatsApp grup bahwa ada seorang anak yang ditemukan.

Tak berselang lama, Bunda Mera beserta Camat Simpang Kiri Rahmayani Sari Munthe langsung ke Mapolsek untuk melihat kondisi anak tersebut dan membantu mencari siapa orang tuanya.

Alhasil, ternyata Anak yang diketahui bernama Fahri itu adalah anak seorang janda bernama Amal Baktiah. sebelumnya, anak tersebut bermain dan tidak tahu arah pulang. Seketika itu pula, ibu anak itu langsung menjemput anaknya ke mapolsek Simpang Kiri.

Merasa kasihan, kata Bunda Mera, ia langsung mengantar anak tersebut beserta ibunya ke rumah mereka. Sampai di rumah kontrakan Amal Baktiah, ternyata ia memiliki 4 orang anak yang sudah berusia 8, 7, 4 tahun dan paling bungsu masih berusia 4 bulan.

“Sesuai usianya, seharusnya dua anak ibu ini yakni Diana dan Khairul sudah bersekolah di tingkat SD, dan satu lagi yakni Fahrul, harusnya sudah masuk PAUD/TK, namun dikarenakan orang tuanya tidak mampu, sehingga terpaksa tidak bersekolah” kata Bunda Mera.

Melihat kondisi rumah dan status Amal Baktiah yang sangat memprihatikan, Bunda Mera langsung mengirimkan pesan berantai di salah satu WhatsApp Grup berisi ajakan untuk sama-sama membantu keluarga Amal Baktiah yang kemudian mendapat banyak perhatian dari warga kota Subulussalam.

“Alhamdulillah dana yang diperlukan untuk membeli seragam sekolah merah putih, pramuka, sepatu,  tas, dan alat tulis sudah terpenuhi dan sudah diserahkan hari ini,” kata Bunda Mera, Minggu (11/4/2021).

Tidak hanya perlengkapan sekolah Bunda Mera didampingi Alkausarni dari organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga memberikan sembako berupa mie instan, beras, gula, minyak goreng, dan sirup serta uang sebesar Rp 1.650.000 donasi dari Komunitas Cryptocurrency.

Bunda Mera yang merupakan kepala Sekolah PAUD/TK Dharma Wanita itu berharap agar bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, Jangan sampai, kata dia, di tahun ajaran baru ini anak tersebut belum juga sekolah.

Saat penyerahan bantuan itu, Alkausarni sebagai fatner ship ACT Subulussalam mengajak masyarakat baik lembaga maupun komunitas yang dekat dengan keluarga anak tersebut agar memperhatikan keadaan mereka.

“Mari bersama-sama bersinergi membantu hal-hal kemanusiaan seperti ini di sekitar kita,” kata Alkausarni.

Amal Baktiah (31thn) ibu 4 anak tersebut saat ditanyai wartawan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang di berikan para dermawan melalui ibu Mera.

“Kami tak bisa berucap apa, kami bersyukur dan terimakasih banyak kepada para dermawan yang sudah membantu kami,” katanya.


Berita Terkait

Cloud Hosting Indonesia

Trending

Berita Terbaru

spot_img