Staf di DPRK Subulussalam Diduga Jadi Korban Pemukulan Anggota Dewan

  • Whatsapp
Ilustrasi. (poskota)

Subulussalam (KANALACEH.COM) – Seorang Anggota DPRK Subulussalam diduga telah melakukan pemukulan terhadap staf yang bekerja di kantor setempat.

Seorang staf pimpinan DPRK berinisial B yang bertugas sebagai driver itu mengaku dipukul di lengan bagian atas sebelah kiri di dalam ruangan wakil pimpinan dewan.

Korban menjelaskan, pada waktu itu ia sedang duduk sendiri di ruangan ketua dewan sembari menunggu ketua DPRK yang sedang menggelar rapat di ruang banggar lantai II.

Tba-tiba, kata dia, datang oknum anggota dewan yang diduga melakukan pemukulan itu memanggil dan mengajak korban ke ruang wakil pimpinan dewan.

Kemudian lanjutnya, sesampainya di ruangan wakil pimpinan dewan, ia diajak masuk kedalam dan duduk, lalu kemudian terduga pelaku menutup pintu yang saat itu tidak ada orang di dalam ruangan tersebut kecuali mereka berdua.

“Kemudian, terjadilah perdebatan dan saya di pukul di lengan dibagian atas sebelah kiri, lalu, saya berteriak “saya dipukul BM” sambil membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut,” kata dia.

Atas peristiwa itu, B akhirnya melaporkan anggota DPRK tersebut ke Polres Subulussalam.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono membenarkan bahwa ada warga yang melaporkan kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRK Subulussalam Inisial BM terhadap seorang warga.

“Saat ini kasus dugaan penganiayaan tersebut sedang ditangani Sat Reskrim, anggota Polres sudah mengantar pelapor tersebut untuk diperiksa dan diambil visumnya, kami juga masih mencari saksi-saksi dalam peristiwa tersebut. Hasil keterangan saksi dan hasil visum nanti akan kami padukan dalam gelar perkara, apakah memenuhi unsur tindak pidananya atau tidak,” kata AKBP Qori Wicaksono, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, oknum anggota DPRK Subulussalam berinisial BM yang diduga telah melakukan pemukulan itu membantah, bahwa dirinya telah menganiaya staf berinisial B.

“Tidak ada saya memukul, itu dibesar-besarkan, penggiringan opini oleh sekelompok tertentu,” kata BM.

Related posts