Sapi Kurban Presiden Jokowi Seberat 1 Ton Disembelih di Aceh Besar

  • Whatsapp

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Sapi kurban milik Presiden RI Joko Widodo diberikan ke warga Aceh Besar untuk disembelih pada hari raya Idul Adha 1442 Hijriyah. Sapi tersebut diserahkan Gubernur Aceh ke Bupati Aceh Besar, Minggu (18/7).

Sapi kurban Presiden itu berjenis simental cross angus. Sapi itu berasal dari peternak Aceh Besar di Gampong Cot Mancang dengan berat 1.021 kilogram atau 1,02 ton.

“Semoga daging kurban ini bisa menjadi penyemangat bagi saudara kita yang membutuhkan dan menjadi semarak perayaan Hari Raya Idul Adha ini,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah usai menyerahkan sapi kurban milik Jokowi.

Nova menjelaskan, alasan Presiden berkurban di Aceh Besar, karena beberapa waktu lalu pihak istana menghubunginya dan mempertanyakan ke kabupaten mana akan diserahkan sapi kurban tahun ini. Sementara saat itu Nova sedang berada di Aceh Besar. Tepatnya di Gampong Lamkleng Kuta Cot Glie Aceh Besar, saat mengunjungi korban bencana.

“Saya tidak berpikir lama waktu mendapat berita adanya pemberian sapi kurban Presiden ketika sedang di Lamkleng. Karena itu saya tergerak untuk memberikannya kepada Aceh Besar, apalagi saat itu sedang mengunjungi masyarakat yang dilanda bencana,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, keputusannya untuk memilih Aceh Besar sebagai penerima tahun ini juga tidak terlepas dari rasa syukur yang selalu dimiliki oleh bupati, wakil bupati dan seluruh masyarakatnya.

Sebelumnya kala Idul Adha tahun lalu, sapi kurban Presiden RI untuk Kabupaten Kota Subulussalam.

Ia berharap saat perayaan Idul Adha itu menjadi momentum untuk berkurban. Di masa pandemi ini momentum tersebut sangat relevan untuk mengorbankan diri agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar jauh dari Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Nova juga menepis isu larangan shalat hari raya Idul Adha di masjid pada tahun ini oleh Pemerintah Aceh yang bertebaran di media sosial. Ia menegaskan, isu tersebut adalah hoaks karena kebijakan itu tidak pernah dikeluarkan pemerintah.

“Hanya saja protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat saat salat Idul Adha digelar di masjid. Sebab kita masih dilanda Covid-19,”

“Bagi kita di Aceh ibadah ke masjid itu bagian dari vaksin untuk menaikkan imun,” kata Nova.

Nova mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dalam segala aktivitas. Hal tersebut penting agar kebijakan PPKM Darurat tidak menular ke Aceh.

Related posts