Soal 4 Pulau Milik Aceh Diklaim Sumut, Rafli Kande Ajak Para Elite Tak Saling Tuding

by danirandi
Senator asal Aceh kritik rencana investasi BPKH

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Menanggapi polemik tentang empat pulau yang tadinya masuk dalam wilayah Aceh Singkil, dan kini beralih menjadi wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, anggota komisi VI DPR-RI asal Aceh, Rafli, menyarankan agar semua stakeholders Aceh perlu duduk bersama.

Tidak hanya untuk mendiskusikan isu peralihan administratif empat pulau dimaksud, namun juga membahas tentang Aceh terkini secara keseluruhan.

Menurutnya, peralihan secara administratif empat pulau tersebut perlu didiskusikan dan disikapi bersama agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.

“Peralihan wilayah secara administratif empat pulau ini kan bukan terjadi tiba-tiba. Ada proses panjang yang dilalui sejak bertahun-tahun lalu. Tentu tidak elok jika kemudian kita menyikapinya dengan saling tuding dan mencari-cari pihak yang patut disalahkan, tanpa memahami secara konprehensif semua aspek yang menjadi dasar dimungkinkannya keputusan tersebut lahir,” ujar Rafli dalam keterangannya, Selasa (24/5).

Untuk itu, kata dia semua pemangku kepentingan Aceh perlu duduk bersama.

“Diskusikan semuanya, lalu ambil sikap bersama. Jika kita bersatu dan kompak, Insya Allah tidak hanya soal empat pulau saja, tapi banyak problem Aceh lainnya yang dapat diselesaikan” papar Rafli penuh semangat.

Menurutnya, pihak Kementrian dan Pemerintah Pusat pasti akan mendengarkan aspirasi yang disuarakan bersama. Namun tentu tidak sebatas membuat kesepakatan dan pernyataan bersama saja.

“Mengadvokasi implementasi dari aspirasi bersama itu juga hal penting yang harus dilakukan” lanjut Rafli.

“Aceh ga boleh begini-begini terus. Ga bisa kemiskinan dibiarkan terus. Kita bisa mengatasinya. Asal para pemimpinnnya kompak dan bersatu. Itu yang membuat kita bisa, Insya Allah, kepada Allah swt kita bermohon,” kata Rafli.

You may also like