Hiswana Migas Geram Aceh Dijadikan Pasar Bagi Pengoplos Gas Subsidi dari Medan

Gas LPG 3 kilogram yang dikhususkan untuk masyarakat miskin. (net)

Banda Aceh (KANALACEH.COM) – Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin mengaku geram dengan maraknya aktivitas pengoplos gas dari luar yang menjadikan Aceh sebagai pangsa pasarnya.

Dari informasi yang dia peroleh, para sindikat ini sengaja mengoplos gas subsidi 3 kg ke gas 5,5 kg untuk mencari keuntungan. Sejauh ini, kata dia diduga sudah banyak yang beredar di Aceh.

Baca: Hiswana Migas Desak Pemprov Aceh Buat Program Subsidi Tepat LPG 3 Kg

Menurutnya hal seperti perlu disiasati agar gas ilegal ini tidak membanjiri Aceh, sehingga warga yang dirugikan. Apalagi cara pengoplos juga tidak safety dan sangat berbahaya.

“Di Aceh juga marak tabung oplosan dari Medan, oplosnya di Medan tapi marketnya di Aceh, gas 3 kg dioplos ke 5 kg, ini yang perlu disiasati kasian Aceh ini, selalu jadi sasaran black market (para pengoplos gas subsidi),” kata Nahrawi usai melakukan sidak bersama Pertamina dan Dinas ESDM Aceh ke sejumlah pangkalan gas di Banda Aceh, Kamis, 10 Oktober 2024.

Pihaknya juga sudah berulang kali memberikan masukan ke pihak terkait untuk menertibkan sindikat ini di Aceh. Hanya saja, hingga saat ini realisasi tindakan belum maksimal dilakukan.

“Sudah sering kali saya kasih masukan. Cuma realisasinya belum, itu di tuntaskan dulu harusnya,” katanya.

Ia berharap aparat penegak hukum di Aceh bisa mengambil peran untuk menindak sindikat pengoplos gas yang memasarkannya di wilayah Aceh. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan produk gas yang dikeluarkan secara resmi dari Pertamina.

“Ayo sama-sama kita tuntaskan ini, jangan sampai terjadi black market ini, safetynya tidak ada, ini kan bahaya, ambil lah produk-produk resmi dari Pertamina,” ucapnya.

Related posts